Suara.com - Survei Rumah.com memperlihatkan generasi milenial lebih mampu membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dan sumber pendanaan dari Badan Penyelenggarakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK).
"Jadi tidak sepenuhnya benar ada yang menganggap generasi milenial akan kesulitan dalam membeli rumah, karena ada banyak cara yang bisa dipergunakan," kata Country Manager Rumah.com, Wasudewan di Jakarta, Jumat.
Wasudewan, Country Manager Rumah.com menyampaikan bahwa Rumah.com mengambil peran aktif untuk memberikan advokasi bagi generasi milenial agar bisa memiliki rumah.
"Kami memberikan anjuran untuk memanfaatkan program kepemilikan rumah yang disediakan oleh pemerintah, yaitu dengan menggunakan KPR dan BPJSTK," ujar dia.
Menurut dia selama ini layanan ini sudah ada, namun masih kurang banyak dimanfaatkan oleh peserta BPJSTK. Untuk itu, bagi generasi milenial yang sudah menjadi peserta BPJSTK dan ingin memiliki rumah namun masih terkendala biaya, kini saatnya untuk memanfaatkan KPR dari BPJSTK ini dengan maksimal.
Satu hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil KPR dari BPJSTK ini adalah menentukan lokasi rumah yang akan dibeli.
Generasi milenial bisa mengakses Rumah.com untuk menemukan hunian yang akan dibelinya melalui kanal www.rumah.com/perumahan-baru. Bahkan mereka bisa menemukan ulasan properti terlengkap di kanal Review Properti (www.rumah.com/review), jelas Wasudewan.
Generasi milenial juga bisa mengakses Rumah.com Property Index untuk mendapatkan informasi dan data properti yang transparan khususnya tentang harga properti di lokasi hunian yang diinginkan.
Data Rumah.com Property Index bisa digunakan sebagai panduan bagi generasi milenial untuk membeli rumah baru karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti yang diakses 3,4 Juta pengunjung setiap bulan. Para pengunjung tersebut mengunjungi 17 Juta halaman properti yang ada di Rumah.com setiap bulannya.
Proses pengajuan KPR dengan fasilitas BPJSTK ini sangat mudah, nyaris tidak ada bedanya dengan pengajuan cicilan rumah lewat bank pada umumnya. Prosesnya sama seperti mengajukan cicilan rumah ke bank. Setelah menentukan pilihan rumah yang akan dibeli, generasi milenial tinggal mengajukan permohonan KPR ke bank yang menjadi mitra BPJSTK.
Setelah itu akan melalui prosedur normal, seperti BI checking untuk melihat track record dari peserta BPJSTK, dan jangan lupa untuk menyertakan kartu BPJSTK. Jika generasi milenial sudah memenuhi syarat, maka bank akan melakukan pengecekan ke BPJSTK. Ini untuk mengetahui apakah mereka yang mengajukan KPR benar-benar sebagai peserta dan memenuhi syarat yang diberikan BPJSTK, terutama kedisiplinan tempat peserta bekerja dalam membayar iuran BPJSTK.
Jika semuanya benar-benar telah memenuhi persyaratan maka BPJSTK akan memberikan rekomendasi kepada bank bahwa sesuai evaluasi pemohon KPR tersebut lolos persyaratan kredit. Sehingga permohonan kredit bisa dicairkan dan generasi milenial bisa segera memiliki rumah yang diajukan KPR.
"Bagi generasi milenial, dengan hanya terdaftar menjadi peserta aktif selama minimal satu tahun, mereka sudah bisa mengajukan KPR ke kantor cabang mitra BPJSTK dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan. Rumah yang diajukan KPR juga harus merupakan rumah pertama peserta, jika sudah menikah dan pasangan suami istri merupakan peserta BPJSTK, maka hanya salah satu saja yang dapat mengajukan KPR," jelas Wasudewan.
Fasilitas KPR yang diberikan BPJSTK sendiri terbagi menjadi dua yakni KPR subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan KPR nonsubsidi atau non-MBR. Untuk KPR subsidi, BPJSTK memberikan kredit dengan rentang Rp120 juta Rp190 juta. Tingkat suku bunga sangat rendah 5 persen sepanjang masa kredit dengan uang muka hanya 1 persen.
Sementara untuk nonsubsidi, KPR yang diberikan sampai dengan Rp500 juta. Tingkat suku bunga untuk KPR nonsubsidi sebesar suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) seven day repo rate (7DRR) plus 3 persen. Uang muka KPR nonsubsidi atau non-MBR hanya 5 persen dari harga rumah, jauh di bawah uang muka kredit bank komersial dimana sesuai ketentuan antara 20-30 persen.
Wasudewan menambahkan adanya kemajuan teknologi, dimana generasi milenial sangat melek teknologi, bisa membantu mereka menemukan hunian idaman. Mereka juga bisa mengakses ulasan properti terlengkap tentang spesifikasi bangunan, fasilitas pendidikan, kesehatan dan transportasi hingga proyek properti lain di sekitar lokasi hunian yang akan dibeli cukup dari perangkat smartphone maupun komputer yang dimilikinya.
Rumah.com terus melakukan inovasi dari sisi teknologi dengan menyediakan solusi yang tepat untuk membantu mewujudkan rumah idaman. Salah satunya adalah memungkinkan pengunjung melakukan tur virtual 3 Dimensi di Rumah.com.
"Pengunjung dapat menjelajahi seluruh area rumah, seperti kamar tamu, kamar tidur atau kamar mandi, melalui komputer maupun smartphone dari lokasi manapun. Hal ini dimungkinkan dengan teknologi Matterport yang digunakan, sehingga konsumen yang memiliki waktu terbatas pun tetap dapat memperoleh informasi terbatas tentang lokasi dan properti pilihan mereka," ujar Wasudewan. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI