Suara.com - Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan pemerintah tidak pernah menaikan tarif listrik mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat bahwa telah terjadi kenaikan harga.
"Untuk pelanggan dengan daya 450 VA subsidi tetap diberikan dan pada 2018 akan tetap sama," kata dia di Padang, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu pada pembagian konverter kit bahan bakar elpiji untuk mesin tempel nelayan di Pantai Ujuang Batu, Muara Penjalinan Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang.
Namun demikian, ia menyebutkan untuk pelanggan 900 VA yang saat ini masih disubsidi tidak semuanya berhak mendapatkan bantuan karena itu dilakukan pendataan.
"Setelah didapat angka berapa yang berhak mendapatkan subsidi, yang tidak berhak subsidinya perlahan-lahan dicabut tiga tingkat, bukan listriknya yang dinaikan," ujarnya.
Ia memastikan tidak ada niat pemerintah untuk menaikan harga listrik sampai saat ini.
Menurutnya pencabutan subsidi bagi yang tidak berhak merupakan upaya mewujudkan energi berkeadilan.
"Pemerintah terus mengupayakan agar masyarakat bisa menikmati listrik dengan harga yang terjangkau," lanjutnya.
Sebelumnya Kepala Unit Komunikasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ruddy Gobel mengatakan data yang digunakan untuk penyesuaian subsidi listrik diambil dari pemutakhiran basis data terpadu mencakup nama, alamat dan kondisi sosial ekonomi.
Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang sebenarnya miskin namun tidak terdata sebagai penerima subsidi, karena itu ada mekanisme pegaduan dan bisa ditinjau ulang, jelas dia.
Sementara salah seorang warga Padang Nurlaini menyampaikan keberatan atas kenaikan tarif listrik karena dinilai memberatkan.
"Biasanya saya pakai listrik prabayar beli token Rp50 ribu masa pakainya sekitar satu bulan, sekarang baru 20 hari sudah habis," ujarnya.
Ia mengaku cukup berat mengatur pengeluaran karena kenaikan listrik cukup tinggi sedangkan pendapatan tidak bertambah. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga