Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan pengerjaan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.800 kilometer mengalami kendala pembebasan lahan, terutama pada ruas Medan-Binjai dan Medan-Tebing Tinggi.
Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menjelaskan pembebasan lahan tersebut salah satunya karena tidak ada bukti kepemilikan tanah.
"Tanah belum bebas dan ini ada beberapa macam kepemilikannya. Yang punya tanahnya tidak menguasai, tidak mempunyai bukti kepemilikan," kata Herry di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Ia menjelaskan kedua ruas tol Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi menjadi proyek yang tengah dikebut pengerjaannya oleh pemerintah.
Pembebasan lahan tersebut ditargetkan bisa selesai paling lambat pada 2018 mengingat anggaran Kementerian PUPR yang tidak mencukupi jika diselesaikan tahun ini.
Di sisi lain, ia mengungkapkan pengerjaan ruas tol tidak mengalami kendala dari segi kontur geologis sehingga tidak diperlukan teknologi alat berat yang berpotensi menyerap lebih banyak anggaran.
"Medan-Binjai bagus lahannya, hanya belum bebas saja. Datar karena itu hutan. Kalau teknologi relatif biasa saja," ungkap Herry.
Ada pun tol Trans Sumatera memiliki delapan ruas jalan tol yang hingga kini percepatannya baru mencapai 21 persen karena enam ruas di antaranya sedang dikerjakan.
Baca Juga: Akhir 2017, 568 Km Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera Tuntas
Saat ini ruas tol yang sudah diselesaikan yakni Lampung-Kayu Agung sepanjang 350 km, ruas tol Kapalbetung sepanjang 112 km dan Kualanamu 170 km. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Segera Resmikan Dua Jalan Tol Baru di Sumatera
-
Seksi II dan III Tol Medan - Binjau akan Rampung Akhir September
-
Akhir 2017, 568 Km Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera Tuntas
-
Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditargetkan Fungsional Lebaran 2018
-
Tahun Depan, Pemerintah Bangun Jalan Tol Pekanbaru-Padang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000