Suara.com - Media sosial adalah alat untuk berpromosi bisnis yang terbukti efektif. Tidak hanya bisnis berskala besar, bisnis skala kecil semisal UKM juga bisa menggunakan media sosial untuk beriklan secara online. Banyak pebisnis lebih memilih promosi online karena promosinya lebih mudah dan cepat. Bisnis akan lebih mudah dikenali calon konsumen. Saat ini hampir semua media sosial yang populer di Indonesia bisa dijadikan sarana berpromosi.
Lewat media sosial, pebisnis akan belajar bagaimana beriklan secara online dengan benar. Istilah beriklan online ini disebut Social Media Marketing. Pebisnis kecil dan menengah harus mulai memahami tentang social media marketing agar produk yang dijual bisa cepat laku. Masalah yang sering dihadapi pebisnis kecil dan menengah adalah keterbatasan modal untuk beriklan. Lewat social media marketing, pebisnis kecil dan menengah akan menghemat biaya promosi produk mereka.
Untuk para pebisnis kecil dan menengah yang masih pemula, simak beberapa strategi berikut untuk menjalankan social media marketing seperti yang dijelaskan di bawah ini.
1.Ketahui Pasti Tujuan, Konsumen, dan Ciri Khas Bisnis yang Ingin Ditonjolkan
Untuk menjalankan social media marketing, Anda harus mencari tahu beberapa hal. Pertama adalah tujuan bisnis. Adanya tujuan tersebut sebagai motivasi untuk membuat bisnis menjadi berkembang. Untuk menerapkan social media marketing, tuliskan tujuan bisnisnya dengan jelas. Misalnya, bisnis Anda adalah restoran Korea maka tujuanya adalah menjaring penikmat makanan Korea sebanyak mungkin.
Dari fokus tujuan itulah, social media marketing akan mudah dijalankan. Untuk menarik minat para penikmat makanan Korea ke restoran Anda, upload foto sebanyak mungkin tentang promo makanan Korea di Instagram bisnis Anda. Ajak pelanggan Anda untuk selalu melakukan mention ke akun social media tersebut.
Setelah tahu dengan pasti tujuan, lakukan identifikasi untuk menentukan ciri khas dari bisnis Anda. Sebuah bisnis harus memiliki sisi branding yang kuat. Buatlah nama yang akan membuat pelanggan selalu ingat brand restoran Anda. Gunakan kata sifat yang ada hubunganya dengan bisnis yang sedang dijalankan.
Setelah itu, saatnya menentukan target konsumen yang berminat terhadap apa yang Anda tawarkan dari bisnis Anda. Coba untuk menjabarkan seperti apa target konsumen yang diinginkan untuk menjadi sasaran bisnis Anda.
2.Lakukan Riset untuk Tahu Media Sosial Mana yang Tepat untuk Social Media Marketing
Seperti diketahui, media sosial yang ada saat ini sudah cukup beragam. Terkadang tidak memungkinkan kalau sebuah bisnis harus memiliki semua akun media sosial. Jika semua media sosial dibuatkan akunya, dikhawatirkan promosi dan kampanye yang dilakukan tidak akan fokus dan efektif.
Hal ini bisa diidentifikasi dengan cara mengecek kata kunci yang berkaitan dengan bisnis. Kemudian lihat hasilnya. Jika kata kunci tersebut begitu populer dan banyak diperbincangkan di salah satu media sosial, ada baiknya memilih sosial media tersebut untuk melakukan promosi dan pemasaran bisnis Anda.
3.Gunakan Tools yang Pas untuk Pemasaran di Media Sosial
Setelah menemukan media sosial yang cocok, ada hal lain untuk semakin memaksimalkan marketing lewat media sosial, yaitu penggunaan tools yang tepat. Walaupun bisnis yang dijalankan masih skala kecil, memiliki management tools yang baik adalah langkah awal untuk memaksimalkan social media marketing.
Pilihlah management tools yang menawarkan fitur-fitur, seperti fitur untuk memonitor branding, kata kunci, audiens, konten, analisis laporan kinerja, dan sebagainya. Usahakan management tools tersebut di-support perangkat smartphone dan terintegrasi dengan seluruh tim dari bisnis Anda. Perusahaan umumnya menggunakan Customer Relationship Management (CRM) untuk mengidentifikasi beberapa fitur social media marketing yang dibutuhkan perusahaanya.
4.Catat Sejauh Mana Kinerja Social Media Marketing
Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kinerja dari social media marketing yang sudah dijalankan. Pemilik bisnis akan bisa mengetahui seberapa besar pengaruh media sosial terhadap peningkatan penjualan dalam bisnisnya.
Ada beberapa hal penting yang harus di-monitoring, yaitu mengukur bagaimana interaksi antar-followers, memantau seberapa banyak mention ke akun media sosial, dan memantau tentang tren serta industri yang sedang berkembang melalui media sosial.
Selain itu, lakukan up date secara berkala. Munculkan ide-ide atau konten kreatif baru yang akan membuat bisnis menjadi lebih dinamis. Anda juga bisa melakukan riset dan monitoring lewat hashtags yang berkaitan dengan bisnis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa