Suara.com - Pembayaran uang retribusi penggunaan jalan bebas hambatan alias tol, bakal memakai mekanisme nontunai mulai 31 Oktober 2017.
Pergantian mekanisme pembayaran itu diterapkan guna mempercepat transaksi di gerbang tol, demi mengurangi antrean kendaraan yang kerap terjadi.
Namun, bagaimana nasib para pekerja gardu tol?
Kushartanto Koeswiranto, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Jasa Marga, memastikan tidak memecat karyawan setelah sistem pembayaran nontunai diterapkan.
"Tidak, tidak akan ada PHK (pemutusan hubungan kerja). Pak menteri dan Pak Presiden juga sudah memastikan bahwa tidak akan ada PHK tak perlu khawatir,” kata Kushartanto di Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Ia menjelaskan, para pekerja gardu tol nantinya akan dialihtugaskan untuk mengisi posisi yang masih kurang efisien. Misalnya, bagian pemeliharaan, administratif, atau masih bekerja di gardu tol.
"Di gerbang juga masih membutuhkan orang untuk memandu. Nantinya akan ada bagaimana pemeliharaan, operasi, TI, belum administratifnya, masih banyak membutuhkan orang. Saya pikir tidak akan ada, tak harus ada PHK," tukasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Regulasi Tak Boleh Hambat Kreativitas StartUp
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN