Suara.com - Salah satu inti pernikahan adalah bekerja sama antara suami dan istri dalam hidup. Tanpa keterbukaan, mana mungkin suami-istri bisa hidup berdampingan dengan harmonis.
Ada beberapa hal yang perlu kita pahami soal keuangan rumah tangga ketika sudah menikah. Berikut ini dijelaskan 5 di antaranya:
Bagaimana merencanakan keuangan keluarga?
Sebelum pusing mikirin katering dan lokasi pernikahan, kemukakan topik soal rencana keuangan keluarga dulu.
Apakah punya utang? Kalau punya, berapa, dan kapan jatuh tempo. Penghasilan berapa? Apakah ada kerjaan sampingan?
Tiap individu juga mesti memberikan tujuan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Kamu dan pasangan kemudian membicarakan kesamaan dan perbedaan tujuan tersebut.
Apa keputusan finansial pertama yang harus diambil pengantin baru?
Setelah mendiskusikan tujuan plus kondisi keuangan pribadi, termasuk utang-utang jika ada, selanjutnya adalah menentukan keputusan finansial bersama. Seharusnya ada perubahan dalam finansial, dari sebelum ke sesudah menikah.
Dari sebelumnya punya nomor pokok wajib pajak sendiri, kini mau digabung, misalnya. Penggabungan ini selain lebih ringkas dalam pengurusan pajak, bisa menghemat pengeluaran juga. Kemudian, apakah rekening bank mau digabung, atau tetap dibikin terpisah.
Mau punya anak kapan?
Sebelum memutuskan punya anak, siapkan rencana keuangan mencakup biaya pemeriksaan kehamilan hingga persalinan, juga kebutuhan bayi mulai dari popok sampai bedak dan sampo bayi. Yang nggak kalah penting, biaya pendidikan anak juga mesti direncanakan.
Bagaimana membayar biaya pendidikan anak?
Masalah biaya pendidikan anak mestinya sudah diputuskan sebelum memiliki anak. Ada beberapa pilihan yang bisa diambil untuk menentukan bagaimana membayar biaya pendidikan anak.
Di antaranya, lewat tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Bicarakan dengan pasangan untuk memilih mana yang dianggap terbaik. Yang jelas, biaya pendidikan selalu naik tiap tahun. Makin cepat direncanakan makin baik, karena dana bisa dikumpulkan sedari dini.
Kalau bercerai bagaimana?
Nggak ada salahnya juga membicarakan kemungkinan terburuk ini dengan pasangan. Biasanya, masalah ini dibahas dalam perjanjian pranikah. Di dalamnya diatur bagaimana urusan pembagian harta, utang yang belum terbayar, hingga kebutuhan anak.
Apakah harta dibagi sama rata, atau warisan dari tiap-tiap pasangan dipisah, misalnya. Selain itu, apakah utang dilunasi menggunakan harta bersama sebelum bercerai, atau dicicil bareng-bareng.
Saatnya kita membuang jauh-jauh pikiran tabu membicarakan keuangan dalam membina rumah tangga. Bila nggak direncanakan sejak dini, bisa fatal akibatnya.
Salah satu motor penggerak bahtera rumah tangga adalah kondisi finansial yang solid. Tanpa kerja sama tiap-tiap individu dalam pasangan, mustahil bisa mewujudkan keluarga yang mapan secara finansial.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
NPWP Gak Wajib Buat Wanita Menikah, Kok Bisa?
Raffi Ahmad-Nagita Slavina Bikin Perjanjian Pranikah, Kalau Kamu?
Ayo Pasangan Baru Menikah, Simak Cara Mengatur Keuangan Ini
| Published by Duitpintar.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional