Suara.com - Ada yang pernah dengar istilah garage sale? Garage sale adalah acara penjualan barang bekas milik pribadi yang masih layak. Di negeri asalnya sana, lokasi jualan biasanya adalah garasi rumah (makanya disebut garage sale).
Tapi sekarang sudah zamannya online. Garage sale pun bisa dilakukan di dunia maya.
Berikut ini 5 alasan jual barang layak pakai via online lebih menguntungkan ketimbang secara langsung:
1. Lebih mudah dan murah
Gimana nggak mudah dan murah, kan tinggal daftar ke e-commerce, forum jual-beli, atau media sosial. Foto barang, lalu upload disertai penjelasan yang lengkap.
Nggak perlu sewa tempat atau bayar retribusi, calon pembeli datang sendiri. Paling keluar uang untuk ongkos internet; itu pun bisa dibikin nol kalau pakai wi-fi gratisan.
2. Menjangkau lebih banyak orang
Menurut survei pada 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang. Adapun total populasi penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa. Artinya, setengah lebih penduduk negara ini sudah melek internet lho!
Kalau jualan online, tentunya peluang barang terbeli bisa lebih besar. Sebab, internet bisa menjangkau lebih banyak orang, dalam hal ini 132 juta orang itu. Tinggal digenjot deh upaya memasarkan barang tersebut.
3. Bisa diselingi aktivitas lain
Berbeda dengan jualan di dunia nyata yang membutuhkan fokus penuh, jualan online bisa ditinggal-tinggal. Asal punya smartphone dengan koneksi internet.
Ketika ada yang menawar barang atau langsung membelinya, kita bisa dapat notifikasi. Mau sambil masak, nyuapin anak, atau hangout, lapak tetap buka.
4. Margin lebih besar
Di lapak online, kita bisa meraih keuntungan lebih besar dari margin yang didapat. Soalnya, nggak ada ongkos buat sewa tempat yang umumnya tinggi.
Itulah kenapa harga barang di online sering lebih murah ketimbang offline. Meski lebih murah, margin alias selisih harga asli dan harga jual bisa lebih lebar, karena kita nggak menambah komponen biaya sewa ke dalam harga barang.
5. Bisa sekalian bikin relasi
Berbeda dengan transaksi pembelian langsung, jualan online bisa membangun relasi. Pembeli bisa dengan mudah kembali mencari lapak online kita via Google atau ke e-commerce dan berlangganan.
Siapa tahu pembelinya juga punya bisnis, jadi bisa menjalin kerja sama usaha. Misalnya ada pembeli yang berniat jadi dropshipper atau reseller produk kita, malah bisa memperluas usaha.
Meski begitu, bukan berarti jika jualan online pasti bakal laku. Strategi bisnis tetap harus disiapkan dengan matang, terutama untuk promosi.
Bahkan, ancaman penipuan online pun tetap ada. Kita mesti ramah, tapi juga sekaligus berhati-hati terhadap pembeli.
Dari sisi kita sendiri pun harus ikut mendukung transaksi online yang aman. Pastikan dagangan yang berupa barang layak pakai itu betul-betul masih pantas, tidak rusak.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Pelajari Ini biar Kamu Sukses Jualan Online
Ingin Jadi Reseller Toko Online? Siap-Siap Tahan Banting sama 13 Problem Ini!
Punya Bisnis Online? Waspada Ya dengan Penipuan Pembeli Online, Ini Contohnya
| Published by Duitpintar.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI