Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan menghapus golongan listrik 1.300 Volt Ampere, 2.200 Volt Ampere, dan 3.300 Volt Ampere pada tahun depan. Itu artinya, dari pelanggan golongan 900 Volt Ampere nonsubsidi akan naik dayanya menjadi 4.400 Volt Ampere.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto mendukung rencana tersebut.
“Sebenarnya selama tidak ada kenaikan tarif listrik, penyederhanaan itu oke lah, nggak masalah,” kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).
Namun ketika ditanya apakah penghapusan ini dapat berdampak kepada inflasi atau perekonomian, Suhariyanto belum bisa menjawab dengan detail.
“Saya belum hitung, itu harus ada hitungannya. Selama nggak naik nggak ada masalah,” ujarnya.
Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, kebijakan penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi akan bermanfaat untuk jangka panjang. Saat masyarakat membutuhkan daya listrik yang lebih besar guna melancarkan kegiatan sehari-hati.
Dalam rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebijakan yang akan dilaksanakan adalah menaikkan daya dari golongan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA.
Sementara itu golongan 450 VA dan 900 VA tidak mengalami perubahan alias tetap disubsidi. Golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.
Kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat. Hal ini disebabkan tidak adanya pengenaan biaya apa pun. Besaran tarif per kWh juga tidak akan berubah.
Baca Juga: Kebakaran Gedung DPR Diduga karena Korsleting Listrik
Tag
Berita Terkait
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI
-
Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun
-
Lewat Sepucuk Surat Ini, Menteri Bahlil Menangkan Perusahaan Israel Garap Tambang RI
-
ESDM Izinkan Afiliasi Israel Kelola Geothermal Halmahera
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek