Suara.com - Kementerian Pertanian terus bersinergi dengan instansi lain dalam membangun sektor agraris di perbatasan, seperti di Nusa Tenggara Timur yang bersebelahan dengan Republik Demokratik Timor Leste . Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), adalah dua instansi yang terus bersinergi dengan Kementan.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Ani Andayani menyatakan sinergi tersebut cukup penting, karena pembangunan di daerah perbatasan di sektor agraris merupakan implementasi Nawacita, visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Salah satu yang diprioritaskan ketiga instansi dalam mewujudkan Nawacita adalah penguatan infrastruktur terutama tatakelola air seperti penyediaan air irigasi guna mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia ke RDTL.
"Kita sudah launching ekspor bawang merah dari Malaka dan Belu, Kita ekspor bawang merah RI untuk Timor Leste. Kita kegiatannya tidak berhenti di-launching, tapi juga berkelanjutan," ujarnya di sela FGD yang membahas tentang Penguatan Infrastruktur Pertanian dalam Mendukung Pemantapan Ekspor Komoditas Pertanian dari Perbatasan RI-RDTL di Bandung, Jawa Barat
Bentuk konkret kerjasama tersebut, seperti membangun 30 ribu embung secara nasional. Beberapa diantaranya berada di NTT. Sedangkan bersama Kemendes, baru saja selesai melaksanakan bimtek kepada 218 pendamping desa untuk tatakelola air.
"Manajemen tatakelola air secara efisien, kemudian akan disusul pula dari Kementan, untuk pelatihan SDM-nya termasuk implementasinya bagi penguatan lumbung pangan di perbatasan," tambah Ani.
Melalui sinergi tiga kementerian tersebut, dirinya berharap, bisa menjadi pemicu (trigger) serta mendorong penguatan ekonomi di daerah perbatasan. Apalagi, Asian Development Bank (ADB) bakal turut berpartisipasi dalam pengembangan di perbatasan dengan bergabung dalam sebuah proyek yang dikerjakan olej Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"ADB itu sedang melakukan analisis di Timor Leste dan juga di Indonesia. Dan kata kuncinya saya pesankan, satu pintu saja, jangan ada kegiatan sendiri-sendiri. Kalau satu pintu, itu akan memperkuat," kata Penanggungjawab Upsus Pajale di NTT.
Di sisi lain, Ani berharap Pemerintah Daerah se-NTT segera menyerap bantuan pemerintah dalam rangka mengembangkan sektor pertanian, mengingat 2017 segera berakhir. Beragam bantuan dari Kementan tersebut, seperti untuk budidaya jagung dan kedelai.
"Punya waktu satu bulan kurang. Mohon dengan bantuan itu, program dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kadistan Jabar diwakili Kabid Produksi Tanaman Pangan, Uneef Permadi, saat memberikan sambutan pembukaan, menyatakan, pembangunan infrastruktur berdampak luas terhadap perekonomian di Jabar, termasuk sektor pertanian. Beragam program Kementan juga berimplikasi positif terhadap produksi komoditas, baik buah-buahan, sayur-sayuran, hingga tanaman hias.
Apalagi, karena beragam bantuan tersebut, kini Jabar juga sudah menjadi eksportir untuk sejumlah komoditas. Contohnya, ekspor beras organik dari Tasikmalaya ke Belgia pada 2016. "Sekarang bertumbuh, ada yang sudah punya sertifikat, dan kepada yang belum terus dipacu agar semua kelompok produsen beras organik bersertifikat, ungkapnya.
Selain beras organik, Jabar berpengalaman mengekspor ubi jalar jenis cilembu ke Jepang, sayur ke Singapura, dan komoditas lainnya. "Begitu produksi, langsung habis," tandasnya. Untuk itu Jabar mendukung kebijakan membangun perbatasan, karena nilai ekonominya akan membuat semua senang.
Dari FGD kali ini akan dihasilkan pula sebuah langkah konkret lanjutan dari launching, antara lain melakukan "overlays" program yang bersumber dari dukungan daerah (terkhusus Malaka dan Belu), melalui perwakilan nya yang hadir dengan program Pusat dari ditjen terkaitnya di kementan. Yaitu tautan sinergi dengan direktorat di PKH terkait akselerasi ekspor unggas ke RDTL, penguatan kawasan untuk kelanjutan ekspor bawang merah dari BPTP NTT dan direktorat terkait di ditjen hortikultura.
Selain itu juga melalui pembuatan bangunan tata air termasuk kelengkapan perpompaan dan perpipaan utk kesiapan irigasi dengan direktorat di ditjen PSP, dukungan utk teknologi dan inovasi budidaya dari litbang dan direktorat teknis lainnya, penyiapan SDM untuk pendidikan pelatihan dan penyuluhan, serta kelancaran tindakan karantina di perbatasan. Matrik "overlays" program ini selanjutnya merupakan oleh oleh bagi perwakilan Malaka dan Belu utk mulai bergerak memajukan ekonomi perbatasan.
Berita Terkait
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Pelanggaran Disiplin ASN, Kementan: Penanganan Indah Megahwati Mengacu pada Peraturan yang Berlaku
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman