- Kementan pasok 1,7 ton cabai ke PIKJ guna tekan harga Rp100 ribu/kg.
- Target harga cabai turun ke Rp65 ribu/kg lewat subsidi distribusi.
- IKAPPI soroti kenaikan harga daging, telur, dan minyak di awal Ramadan.
Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons lonjakan harga cabai rawit merah yang kian "pedas" di awal Ramadan. Sebanyak 1,7 ton pasokan tambahan digelontorkan ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, guna menekan harga yang sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi menegaskan, intervensi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tren kenaikan harga belakangan ini.
"Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi," ujar Agung dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Agung menjelaskan, harga cabai di tingkat petani sebenarnya berada di kisaran Rp50.000 per kg. Untuk mencegah harga melonjak di level konsumen, pemerintah mengandalkan program Fasilitasi Distribusi Pangan dari Bapanas guna mensubsidi biaya angkut.
Melalui skema ini, pemerintah membidik harga cabai rawit merah di pasar ritel bisa ditekan hingga ke angka Rp65.000 per kilogram.
Lonjakan harga saat ini, menurut Agung, dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah sentra. "Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi jelang Ramadan, harga sempat naik. Namun kami optimistis harga segera stabil," imbuhnya.
Langkah Kementan ini menjadi krusial mengingat laporan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menunjukkan kenaikan harga pangan yang cukup merata di Jabodetabek. Sekretaris Jenderal IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengungkapkan, harga cabai rawit merah bahkan sempat menembus Rp108.000 per kg.
"Ini cabainya sudah pedas sekali. Bukan cuma cabai, bawang merah sudah di Rp51.000, dan bawang putih yang impor mencapai Rp42.500 per kg," beber Reynaldi.
Kementan mengklaim untuk komoditas hortikultura lainnya seperti cabai keriting hijau dan cabai besar merah saat ini masih relatif stabil di kisaran Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Baca Juga: 20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja