Suara.com - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menargetkan penjualan meningkat hingga 15 persen pada momentum Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Target ini berarti lebih tinggi dari tahun lalu yang berkisar 12 sampai 13 persen.
Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira, usai penandatanganan kerja sama dengan Standard Chartered Bank di Jakarta, Senin (2/4/2014), menilai Ramadhan dan Lebaran merupakan momentum sekali dalam setahun bagi ritel FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya.
"Kami sendiri menargetkan internal lebih tinggi dari 15 persen, 'festive periode'-lah kami sebutnya yaitu dari 2 minggu sebelum puasa sampai 2 minggu sesudah lebaran. Tahun lalu kenaikannya 12 sampai 13 persen," kata Hans.
Ia menjelaskan sejumlah estimasi stok sudah disiapkan dan produk-produk khas Ramadhan, seperti buah kurma juga sudah mulai dipasok ke beberapa gerai Alfamart.
Selain pada momen Ramadhan dan Lebaran, Alfamart juga menyasar peningkatan penjualan dari turnamen olahraga terbesar se-Asia, yakni Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang.
Apalagi, Alfamart juga merupakan "retail partner" yang mendukung kegiatan dan penjualan barang kebutuhan Asian Games baik di venue maupun di Wisma Atlet Kemayoran.
"Kami percaya akan ada kenaikan cukup besar. Kami harapkan signifikan dan estimasi kita paling sedikit itu 15 persen dari event-event besar," kata Hans.
Pada tahun ini, Alfamart juga akan membuka 800 gerai baru di wilayah Pulau Jawa maupun luar, terutama di bagian timur Indonesia.
Saat ini Alfamart memiliki 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia dan melibatkan lebih dari 400 pemasok berbagai macam produk. Setidaknya ada empat juta konsumen yang bertransaksi di gerai jaringan mini market ini setiap harinya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026