Suara.com - Direktur Utama PT Jasamarga Tol Semarang Batang Arie Irianto memastikan kualitas jalan Tol Batang - Semarang tetap terjaga meski pembangunannya ditargetkan untuk digunakan sebagai jalur fungsional pada awal Juni 2018 terkait dengan arus mudik Lebaran.
"Prioritas satu jalur dulu. (Akan, red.) dibuka satu jalur untuk fungsional arus mudik," kata dia di Batang, Jawa Tengah, Jumat (6/4/2018).
Menurut Arie, pembangunan tol tersebut tidak dipercepat. Berdasarkan kontrak kerja, jadwal penyelesaian pekerjaan jalan tersebut jatuh pada 25 September 2018.
Namun, untuk menghadapi arus mudik pada Juni mendatang, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan untuk satu jalur terlebih dahulu.
Ia menambahkan usai arus mudik dan arus balik, Jalan Tol Batang - Semarang akan ditutup lagi untuk kembali difokuskan pada penyelesaian pembangunan.
"Arus mudik selesai, kami tutup lagi sampai (pembangunan, red.) selesai pada 25 Sepember 2018," ujarnya.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa optimistis jalur tol Semarang-Batang akan siap digunakan sebagai jalur tol fungsional pada arus mudik Lebaran 2018.
"Optimis ini bisa dilalui secara fungsional pada mudik Lebaran nanti. Ini dikebut terus siang malam sehingga target H-10 Lebaran, berarti awal Juni ini semua sudah fungsional dari Batang ke Semarang," kata Irjen Royke saat meninjau perkembangan pembangunan tol Trans Jawa.
Pihaknya akan terus mengawasi perkembangan pembangunan jalan yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya tersebut.
"Tiap hari komunikasi dengan pelaksana, Waskita Karya minta dikebut agar capai target," kata mantan Kapolda Papua Barat itu.
Nantinya, disediakan empat "rest area" di Tol Semarang-Batang ini, yakni dua di jalur Batang ke Semarang, dua lainnya di jalur sebaliknya.
Jalan Tol Semarang-Batang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Tol itu memiliki panjang 74,2 kilometer.
Pembangunan tol itu terbagi atas lima seksi. Seksi satu dari Batang hingga Tulis dengan panjang jalan 3,2 km, seksi dua Tulis-Weleri sepanjang 36,35 km, seksi tiga Weleri-Kendal sepanjang 10,75 km, seksi empat Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,5 km, dan seksi lima Kaliwungu-Semarang sepanjang 10,4 km. (Antara)
Direktur Utama PT Jasamarga Tol Semarang Batang Arie Irianto memastikan kualitas jalan Tol Semarang-Batang tetap terjaga meski pembangunannya ditargetkan untuk digunakan sebagai jalur fungsional pada awal Juni 2018 terkait dengan arus mudik Lebaran.
"Prioritas satu jalur dulu. (Akan, red.) dibuka satu jalur untuk fungsional arus mudik," kata dia di Batang, Jawa Tengah, Jumat.
Tag
Berita Terkait
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Tol Cikampek Jadi 'Neraka' Libur Panjang, Jasa Marga Buka Jalur Contraflow Sampai KM 65
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Jakarta Ditinggal 1,3 Juta Kendaraan Libur H+1 Natal, Arah Bandung dan Trans Jawa Favorit
-
Jabotabek Mulai Ditinggalkan, Setengah Juta Kendaraan 'Eksodus' H-5 Natal
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?