- Kemacetan panjang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek pada Jumat (16/1/2026) karena volume kendaraan libur panjang Isra Miraj yang membludak.
- Rekayasa lalu lintas contraflow diterapkan mulai pukul 11.51 WIB oleh Jasa Marga atas diskresi kepolisian untuk mengurai kepadatan.
- Jasa Marga telah memproyeksikan lonjakan 288.440 kendaraan menuju Timur Trans Jawa dan menyiagakan 209 gardu tol.
Suara.com - Pemandangan horor kemacetan panjang kembali menjadi momok bagi para pengendara di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada momentum libur panjang peringatan Isra Miraj, pada Jumat (16/1/2026).
Volume kendaraan yang membludak memaksa PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian mengambil langkah taktis dengan menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow untuk mengurai kepadatan yang mengular.
Lajur darurat yang "melawan arah" ini menjadi satu-satunya solusi cepat untuk memberikan ruang gerak bagi ribuan kendaraan yang didominasi oleh para pelancong dan pemudik akhir pekan. Penerapan contraflow ini dilakukan secara dinamis, menyesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengonfirmasi bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas ini sepenuhnya dilaksanakan atas diskresi dari pihak kepolisian yang memantau langsung situasi di lapangan.
Contraflow mulai diberlakukan pada siang hari, sekitar pukul 11.51 WIB, membentang dari KM 47 hingga KM 65 di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Sebelumnya, pada pukul 10.39 WIB, rekayasa serupa telah dibuka dari KM 47 hingga KM 55. Perpanjangan jalur ini menjadi indikasi betapa parahnya kepadatan yang terjadi.
"Jadi, rekayasa lalu lintas contraflow yang diterapkan sempat diperpanjang karena tingginya volume lalu lintas yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Karawang, Jawa Barat sebagaimana dilansir Antara.
Ria menegaskan bahwa contraflow merupakan langkah situasional yang akan segera dihentikan jika arus lalu lintas kembali normal dan kepadatan berhasil terurai.
Antisipasi ini bukan tanpa alasan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah memproyeksikan lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
Diperkirakan sebanyak 288.440 kendaraan akan bergerak menuju Wilayah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, angka yang menunjukkan kenaikan sebesar 12,69 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal.
Baca Juga: Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
Untuk menghadapi gelombang mobilitas ini, JTT telah menyiagakan berbagai layanan operasional. Pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara intensif, sementara kesiapan seluruh fasilitas, mulai dari layanan transaksi di gerbang tol hingga optimalisasi sarana keselamatan jalan, dipastikan berjalan maksimal.
Di ruas Tol Jakarta-Cikampek sendiri, JTT mengoperasikan 35 gerbang tol dengan total 209 gardu. Kekuatan ini masih didukung oleh 66 unit Mobile Reader yang disiagakan untuk mempercepat transaksi dan mengurangi antrean di gerbang tol.
Selain persiapan teknis, Jasa Marga juga tak henti-hentinya mengimbau para pengendara untuk memprioritaskan keselamatan selama perjalanan. Kondisi kendaraan dan pengemudi menjadi faktor kunci untuk menekan risiko kecelakaan di tengah kepadatan.
"Pastikan juga kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," imbuhnya.
Kesiapan juga mencakup fasilitas pendukung seperti rest area. JTT memastikan seluruh tempat istirahat yang tersebar di Ruas Trans Jawa siap digunakan secara optimal oleh pengguna jalan untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Berita Terkait
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Arus Balik Natal 2025: Volume Kendaraan Melonjak, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Mulai Diterapkan!
-
Jakarta Ditinggal 1,3 Juta Kendaraan Libur H+1 Natal, Arah Bandung dan Trans Jawa Favorit
-
Contraflow Tol Cikampek Dihentikan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia
-
7 Fakta Adu Jotos Guru vs Siswa di Jambi: Dari Kata 'Miskin' Sampai Ancam Pakai Celurit
-
Menteri PU Ungkap Kebutuhan Anggaran Perbaikan Infrastruktur Sumatra Capai Rp74 Triliun
-
Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar
-
Jakarta Tambah 40 e-TLE Handheld Presisi, Polisi Perluas Penindakan Digital di Jalan Raya
-
Walhi Ungkap Parahnya Bencana Ekologis Aceh Tamiang, Negara Baru Hadir Sepekan Kemudian
-
DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!
-
Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
-
Tak Ada Kata Maaf, Kasus Ijazah Palsu Jokowi yang Menjerat Eggi Sudjana Resmi Dihentikan Polisi
-
Iran Bergejolak, DPR Peringatkan 'Aktor Asing' dan Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI