Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/4/2018). Dalam waktu dekat, Presiden menargetkan Bandara Kertajati dapat melayani penumpang ibadah Haji.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, kehadiran bandara tersebut akan mengatasi dua ketimpangan ekonomi sekaligus.
“Pertama ketimpangan ekonomi DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Rizal mengatakan, saat ini beban industri di Jakarta sudah berlebihan, sehingga aktifitas ekonomi berjalan tidak efisien. Sebanyak 75 persen, uang beredar di Jakarta sisanya beredar di daerah. Sebab itu, upaya untuk mendorong industri dan aktifitas perekonomian ke wilayah-wilayah remote seperti Jawa Barat sangat dibutuhkan.
“Jadi, tercipta konsentrasi atau sentra-sentra perekonomian baru diluar Jakarta dengan adanya infrastruktur Bandar Kertajati,” ujar dia.
Rizal mengatakan, industri manufaktur misalnya sudah tidak mungkin berkembang di Jakarta. Sebab itu, industri ini tergeser ke Jawa Barat. Dengan adanya bandara tersebut, pemerintahan Jokowi mengatasi ketimpangan ekonomi antara DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain mengatasi ketimpangan DKI Jakarta dan Jawa Barat, bandara tersebut juga mengatasi ketimpangan pembangunan ekonomi antara kawasan utara dan barat di Provinsi Jawa Barat. “Selama ini kan, pertumbuhan ekonomi ekonomi di Majalengka (utara) dan sekitarnya cenderung lambat. Sedangkan wilayah barat Jawa Barat misalnya kawasan Bandung Raya dan sekitarnya tumbuh pesat. Wilayah utara akan mengejar ketertinggalannya,” ucap Rizal.
Satu Juta Lapangan Kerja
Dia mengatakan, kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati itu tak hanya akan menjadi bandara kebanggaan warga Jawa Barat. Lebih dari itu akan memicu penciptaan lapangan kerja serta berkembangnya industri properti dan manufaktur. “Kita tahu bahwa akan tercipta kawasan Aerocity. Ada Tol Cipali, disusul Tol Cisumdawu, serta ada juga infrastruktur transportasi massal seperti kereta api. Semuanya terintegrasi akan menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja secara langsung atau tidak langsung di bandara, sekitar bandara dan kawasan industri,” ucap dia.
BIJB ini diprediksi akan menyedot sebanyak 2,7 juta penumpang ditahun pertama beroperasi. PSI optimistis kehadiran BIJB ini nantinya akan meningkatkan elektabilitas Presiden Jokowi di Jawa Barat. Presiden Jokowi meresmikan dimulainya pembangunan bandara tersebut pada Januari 2016. Saat mengunjunginya kembali, Selasa 17 April 2018, Presiden mengakui progress pembangunannya sudah mencapai tahap akhir yakni 93 persen. Diharapkan dalam waktu dekat dapat melayani penerbangan Ibadah Haji tahun ini.
Sebagaimana diketahui Jokowi menargetkan membangun 4.814 km jalan baru secara nasional. Sekitar 2.000 km di antaranya telah, sedang dan akan dibangun bukan di Jawa atau Sumatera. Tetapi di titik-titik terluar dan pelosok negeri. Seperti di Kalimantan, Papua, sampai perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Timor.
“Kalau digabung dengan proyek infrastruktur lainnya, terdapat 24 proyek infrastruktur di Kalimantan, di Sulawesi ada 27 proyek, kemudian di Maluku dan Papua ada sekitar 13 proyek. Proyek-proyek itu baik berupa bendungan, pelabuhan, bandara, hingga pembangkit listrik. Tujuannya, PSI lihat untuk mengatasi ketimpangan juga,” ucap Rizal.
PSI optimistis, daya saing infrastruktur Indonesia akan semakin menguat ke depan di era pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia melonjak untuk periode 2017-2018 sebagai dampak dari masifnya pembangunan infrastruktur. “Kalau, pada periode 2015-2016 Indonesia berada di posisi 62. Jadi, pada periode 2017-2018 naik 10 peringkat ke posisi 52. Ini jadi modal besar untuk mengerek daya saing industri kita ke depan,” tutup Rizal.
Tag
Berita Terkait
-
Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional
-
Orang Kaya Ingin Parkir Supercar di Ruang Tamu, Tapi Kelas Menengah Mati-matian Bayar Cicilan Rumah
-
Rencana Bandara Kertajati Jadi Pusat Bengkel Pesawat Terwujud, Pembangunan Tahap 1 Jalan
-
Atasi ketimpangan, Startup Dilibatkan untuk Ciptakan Solusi Permanen Bagi Kemiskinan Pesisir
-
BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih