Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan terus mewaspadai fluktuasi nilai tukar rupiah yang telah menembus angka Rp 14.700 per dolar AS. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam itu perlu diwaspadai.
Hal itu dilakukan karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut semakin jauh meninggalkan target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar Rp 13.400 per dolar AS.
"Ya kita akan terus awasi dan waspadai (penguatan dolar AS)," kata Sri Mulyani saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).
Seperti diketahui, sejak kemarin, rupiah berada di kisaran Rp14.734 per dolar AS dan masih terus berlanjut hingga Jumat hari ini. Pagi ini, nilai tukar rupiah berada di Rp 14.710 per dolar AS.
Sayangnya, Ani enggan berkomentar apakah melemahnya rupiah bakal menambah berat beban utang Indonesia atau tidak. Kondisi tersebut mengingat mayoritas utang pemerintah dalam bentuk mata uang dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura
-
Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi
-
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan