Tahun ini WOM Finance telah membuat strategi-strategi bisnis, yaitu memperluas jaringan dengan fokus membuka kantor cabang di luar Pulau Jawa (Sumatera dan Kalimantan).
Selain itu, WOM Finance juga telah memperkuat fundamental dan infrastruktur teknologi informasi perusahaan melalui pembaharuan IT Core System untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dan meningkatkan pembiayaan dengan melakukan kerja sama bersama mitra strategis dan channel-channel digital.
Sampai dengan akhir September 2018, Perseroan memiliki 120 Kantor Cabang dan 72 Kantor Selain Kantor Cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bangka dan Batam. Selain kantor jaringan, Perseroan juga didukung oleh 1.117 dealer dan 2.656 agen untuk melayani hampir seluruh kota besar di Indonesia.
“Kami yakin sampai dengan akhir tahun 2018, Perseroan akan tumbuh positif dan dengan strategi yang sudah ditentukan kami optimis tahun depan WOM Finance akan melambung lebih tinggi untuk menunjukan eksistensinya sebagai perusahaan pembiayaan tebesar,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga melakukan Due Diligence Meeting untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018.
Obligasi ini nantinya akan ditawarkan dalam 3 (tiga) seri yaitu Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari sejak Tanggal Emisi, Obligasi Seri B dengan jangka waktu 2 (dua) tahun sejak Tanggal Emisi, dan Obligasi Seri C dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT Bahana Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas (terafiliasi), dan PT RHB Sekuritas Indonesia.
PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 800 miliar, dan merupakan bagian dari PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance yang akan diterbitkan dalam beberapa tahap dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun.
PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini mendapatkan peringkat AA- (IDN) dari Fitch Ratings Indonesia terkait penerbitan Obligasi ini.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja untuk pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan multiguna.
Masa penawaran awal PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 adalah tanggal 21 November 2018 sampai dengan 4 Desember 2018. Masa Penawaran Umum akan dilakukan pada tanggal 17 dan 18 Desember 2018 dan penjatahan akan dilakukan pada tanggal 19 Desember 2018.
“Kami optimis Obligasi ini akan mendapatkan respon yang positif dari investor,” tutup Djaja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI