Suara.com - Pendiri Indonesia Economic Forum (IEF) Shoeb Kagda menyatakan perkembangan teknologi yang ada saat ini memberikan kesempatan kepada para pelaku di sektor industri untuk meraup keuntungan.
“Kalau dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bisa memberikan keuntungan. Kenapa, karena bisa meningkatkan efisiensi sehingga pendapatan bisa terdongkrak,” kata Shoeb dalam acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Menurut Shoeb, saat ini dunia bisnis sedang menghadapi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Konektivitas, analitik data, hingga kecerdasan buatan telah mengubah industri dan bahkan negara.
Dimana, bisnis bisa dikembangkan hanya melalui ponsel pintar. Teknologi menurutnya telah mendarah daging dengan perilaku manusia dan akhirnya merevolusi cara hidup masyarakat.
“Menurut laporan McKinsey & Company baru-baru ini, jumlah perangkat yang terhubung internet diperkirakan akan meningkat dua kali lipat antara 2017 dan 2020. Dengan sumber data baru, berbagai produk, layanan, maka model bisnis yang inovatif akan terbuka,” ujarnya.
Salah satu contohnya adalah perkembangan Financial Technology. Dimana transfer uang hanya dilakukan melalui ponsel pintar. Hal ini juga membantu pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan.
“Sektor ini kan bisa disasar oleh industri keuangan. Ada kesempatan disana. Kami berharap kedepannya ini bisa lebih dikembangkan lagi sehingga sektor industri bisa lebih baik lagi sebagai motor perekonomian,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya