Suara.com - Pesawat Garuda Indonesia GA210 dengan rute penerbangan Jakarta (CGK) - Yogyakarta (JOG) mendarat lebih cepat dari biasanya.
Berdasarkan data flightradar24 Live Air Traffic, GA210 Jakarta - Yogyakarta dijadwalkan take off pada pukul 13.00, namun GA210 baru benar-benar melakukan take off pada pukul 13.13.
Dijadwalkan juga, GA210 semestinya mendarat pukul 14.20 dengan waktu tempuh selama 1 jam 20 menit. Namun, GA210 sudah mendarat pada pukul 14.01 dengan melakukan takeoff pukul 13.13.
Artinya, GA210 rute Jakarta - Yogyakarta hanya menempuh waktu 48 menit atau 32 menit lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.
Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menjelaskan bahwa hal tersebut biasa terjadi di dunia penerbangan ketika berada di udara.
"Sifat angin ketika di udara itu hanya dua, mendorong dan menahan, karena yang ini terkena angin yang sifatnya mendorong jadi pesawat lebih cepat daya tempuhnya karena terdorong angin," kata Ikhsan kepada Suara.com, Minggu (25/11/2018).
Menurut Ikhsan, rata-rata lama tempuh pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta sekira 1 jam 20 menit.
"Memang rata-rata sekitar sejam-an kalau ke Jogja, 1 jam 20 menit itu juga waktu tempuh yang sudah kita hitung mulai dari pesawat antre di landasan pacu sampai benar-benar terparkir di bandara Yogyakarta," tutur Ikhsan.
Ikhsan menuturkan, dengan daya tempuh yang lebih cepat itu tidak ada masalah yang berarti dengan penerbangan Garuda Indonesia GA210 dengan rute penerbangan Jakarta (CGK) - Yogyakarta (JOG).
Baca Juga: Sssttt... Ada yang Bisiki Jokowi saat ke Sawah, "Pak Awas, Becek"
"Nggak ada masalah, itu biasa terjadi," kata Ikhsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen