Suara.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menggelar rekontruksi peristiwa penangkapan dan penembakan terduga teroris di jalan Kaliurang KM 9,5 Sleman yang terjadi pada Sabtu (14/7/2018) sore. Rekontruksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB yang diawali dengan apel pagi di Polisi Sektor Ngaklik pada Kamis (22/11/2018).
Rekontruksi dihadiri pasukan Densus 88, pasukan Brimob serta melibatkan tim Inafis. Pada saat rekontruksi berlangsung, Jalan Kaliurang KM 9,5 sempat ditutup disertai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Dari rekontruksi itu, Polda DIY membawa dua tersangka yang berinisial GN dan BS, terduga teroris yang melakukan pembajakan truk dan menyandera masyarakat pada saat peristiwa terjadi.
"Tadi kita bawa tersangka dua orang untuk melengkapi petunjuk atas pemeriksaan tambahan yang diminta rekan Jaksa Penuntut Umum," ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo usai rekontruksi.
Dalam pantauan suara.com tersangka GN menggunakan baju orange dengan celana panjang hitam kemudian BS menggunakan baju orang dengan celana panjang putih. Hadi Utomo menyatakan kedua tersangka merupakan warga Yogyakarta.
Dalam proses rekontruksi tidak ada yang melibatkan saksi-saksi dari pihak masyarakat. Di mana semua adegan dilakukan oleh terduga teroris.
Ia menjelaskan, rekontruksi ini merupakan bagian dari pemeriksan empat terduga teroris yang telah ditangkap dan ditembak di Jalan Kaliurang KM 9,5. Dari penangakapan itu keempatnya sudah dilakukan pemberkasan.
Rekontruksi dilakukan sebagai bagian untuk memperjelas peristiwa yang nantinya akan dimasukkan dalam BAP.
Diketahui, peristiwa penangkapan dan penembakan terduga teroris di daerah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta terjadi pada 14 Juli 2018. Dari penembakan itu, polisi menyatakan ada empat tersangka. Tiga di antaranya berhasi ditembak dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara satu orang lainnya berhasil kabur.
Baca Juga: Wali Kota Jakbar Akui Wilayahnya Rawan Premanisme
Kontributor : Abdus Somad
Berita Terkait
-
Kapan Bandara Yogyakarta Pindah ke NYIA? Ini Jawabannya
-
KPPPA Tetapkan 4 Kelompok Anak Wajib Dilindungi dari Radikalisme
-
7 Teroris Ditangkap di Malaysia, Kebanyakan WN Filipina
-
Ngamar Siang Bolong, Wanita Ini Histeris Sembunyi di WC Hotel
-
Siswa SD Kanisius Jatuh dari Lantai 3 Sekolah, Videonya Viral
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?