Suara.com - Perusahaan makanan cepat saji Yum Brand Inc bakal merubah konsep bisnis restoran Pizza Hut di seluruh dunia. Hal ini setelah, penjualan Pizza Hut mengalami penurunan.
Yum Brand akan menghilangkan layanan makan di tempat dan fokus dalam layanan pengiriman atau delivery.
Perusahaan akan menghilangkan 25 persen toko Pizza Hut yang melayani makan di tempat di semua toko hingga 5 tahun ke depan.
"Kami bermigrasi dari makan di tempat ke pengiriman di Amerika Serikat," kata Chief Financial Officer David Gibbs seperti dilansir Reuters, Kamis (6/12/2018).
Saat ini Pizza Hut telah berjuang dengan perubahan selera konsumen dan persaingan ketat dari rantai restoran lainnya, terutama Domino's Pizza, yang mengandalkan bisnis layanan delivery untuk mendorong pertumbuhan penjualan.
Analis pun memperkirakan penjualan toko Pizza Hut bakal mengalami penurunan pada tahun ini.
"(Pengiriman dan pelaksanaan) bagian dari bisnis tumbuh dengan baik, yang memberi kita banyak harapan dan kegembiraan untuk masa depan," kata Gibbs.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?