Suara.com - Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, mulai 2019 mendatang subsidi parkir yang biasanya diterima oleh para PNS DKI Jakarta akan dihapuskan.
Hal itu dilakukan agar para PNS Pemprov DKI Jakarta bisa beralih menggunakan transportasi umum.
"PNS DKI dapat subsidi harga bahwa bulanan dia hanya Rp 68.000. Nah besok sudah nggak ada lagi parkir bulanan untuk PNS," kata Sigit saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).
Tak hanya penghapusan subsidi parkir saja, nantinya tarif parkir pun akan ditingkatkan. Sigit menjelaskan, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, diharapkan PNS bisa menjadi contoh atau pelopor yang baik.
Melalui kenaikkan tarif parkir dan penghapusan subsidi parkir, Sigit berharap para PNS bisa memberikan contoh bagi warga DKI Jakarta lainnya dengan beralih ke transportasi umum. Sehingga, tingkat kemacetan ibu kota pun dapat terurai.
"Di samping itu harganya juga akan ditingkatkan. Sehingga, pak gubernur ingin PNS DKI bisa menjadi contoh atau pelopor," ungkap Sigit.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan pengetatan parkir kendaraan pribadi di ibu kota. Hal itu dilakukan guna mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum.
"Pengetatan parkir itu dua (cara) yang dilakukan. Satu adalah dengan (cara) peningkatan biaya parkir, yang kedua dengan (cara) pengurangan tempat parkir," kata Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK