Suara.com - Bank Sentral Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate di posisi 6 persen. Keputusan tersebut konsen dengan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) dalam batas yang aman.
Selain itu untuk mempertahankan daya tarik aset pasar keuangan domestik.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 5,75 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Komplek Perkantoran BI Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Dalam RDG, Perry melanjutkan, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen. Suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.
Menurut Perry, BI akan terus menempuh strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar rupiah maupun pasar valas, sehingga dapat mendukung terjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
"Ke depan, BI akan terus optimalkan bauran kebijakan dan memperkuat dengan kordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal, termasuk menurunkan CAD sebesar 2,5 persen pada 2019," tutur dia.
Berita Terkait
-
Sebelum Meninggal Dunia, Tony Prasetiantono Sempat Berdiskusi Soal Ini
-
Pemkot Bekasi Diprediksi Masih Alami Masalah Keuangan di 2019, Kok Bisa?
-
Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di Level 6 Persen
-
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Jelang Akhir Pekan Ini
-
Punya Kartu Kredit? Ingat dan Pahami 6 Aturan Pemakaiannya!
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta