Suara.com - Biaya hidup yang terus mengalami kenaikan, membuat sejumlah warga Korea Selatan enggan memiliki anak. Daripada memiliki anak, mereka justru lebih senang memelihara hewan.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kang Sung-il, salah satu warga Korea Selatan selalu membeli mainan untuk Sancho, anjing peliharaannya setiap kembali dari perjalanan bisnis.
Pada Imlek 2019, anjing jenis Pomeranian itu mendapatkan hadiah baju seharga 50 dolar AS. Baju tersebut dibeli agar bisa dikenakan Sancho saat berkunjung ke rumah nenek atau ibu Kang Sung-il.
Dikutip dari Reuters, Kang dan istrinya menuturkan, biaya untuk membesarkan anak-anak terlalu mahal dan terlalu banyak tekanan. Jadi, Kang dan istrinya lebih memilih untuk membanjiri Sancho dengan kasih sayang dan hadiah.
Industri hewan peliharaan di Korea Selatan memang sedang naik daun. Perkembangan ini membuat angka kelahiran negara tersebut menjadi yang terendah di dunia.
Tingginya biaya pendidikan, perumahan, serta kesibukan di tempat kerja menjadi beberapa faktor yang menyebabkan angka kelahiran di Korea Selatan sangat rendah.
Tekanan ekonomi di Korea Selatan membuat Kang Sung-il tidak yakin bisa membiayai semua kebutuhan jika memiliki anak.
Orang tua di Korea Selatan harus menyediakan uang yang cukup untuk biaya sekolah sampai les khusus. Namun, dia merasa senang menghabiskan uang sekitar Rp 1,25 juta per bulan untuk anjing peliharaannya.
Selain mahalnya biaya pendidikan, data dari Bank KB Kookmin menunjukan, rata-rata orang Korea Selatan harus menabung uang selama 12,8 tahun untuk membeli rumah kelas menengah.
Baca Juga: 60 Tahun Ikut Rayakan Natal, Hashim: Bulan Lalu, Prabowo Ikut Joget-joget
Tekanan berikutnya adalah, orang Korea Selatan menduduki posisi ketiga dengan waktu kerja terbanyak di antara negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD-Organisation for Economic Co-operation and Development) hanya tertinggal dari Meksiko dan Costa Rica.
Itulah sebabnya banyak orang Korea Selatan tidak memiliki anak. Data resmi dari pemerintah menunjukan, keluarga yang memiliki hewan peliharaan melonjak sampai 28 persen pada 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati