- Menhub Dudy Purwagandhi memprediksi pergerakan mudik Lebaran terasa mulai 13 Maret 2026.
- Kebijakan WFA menyebabkan masyarakat diperkirakan mulai bergerak lebih awal dari biasanya.
- Pemerintah memonitor pergerakan pemudik yang diprediksi mulai meningkat setelah waktu berbuka puasa.
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memprediksi pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran mulai terasa sejak 13 Maret 2026.
Hal ini seiring dengan kebijakan work from anywhere (WFA) yang sudah mulai diterapkan menjelang periode libur Lebaran.
Dudy mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan meningkatnya mobilitas masyarakat lebih awal dari biasanya. Pergerakan pemudik diperkirakan mulai terlihat terutama malam hari setelah waktu berbuka puasa.
“Kalau hari ini, tadi kebetulan kami pergi siang, sejauh ini masih cukup lancar, landai ya. Kita akan monitor nih setelah berbuka puasa. Kami perkirakan memang setelah berbuka kemungkinan masyarakat akan mulai melakukan pergerakan, perjalanan,” jelas Dudy di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, penerapan kebijakan WFA memberi peluang bagi masyarakat untuk memulai perjalanan mudik lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Karena work from anywhere sudah dilaksanakan ya, sudah diterapkan mulai tanggal 15, 16, 17 (Maret). Jadi kita mengantisipasi bahwa dari tanggal 13 ini sudah mulai ada pergerakan atau bangkitan,” ujarnya.
Meski demikian, Dudy menyebut, data pergerakan masyarakat pada hari pertama masih bersifat dinamis. Pemerintah masih akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan apakah lonjakan perjalanan sudah sesuai dengan prediksi.
“Angkanya masih dinamis karena kan hari ini baru kita prediksi itu pun baru malam. Kita memprediksi bahwa kemungkinan bangkitan itu akan terjadi setelah buka puasa,” ucapnya.
Ia menambahkan, evaluasi lebih lanjut mengenai peningkatan pergerakan masyarakat akan dilakukan setelah pemerintah memperoleh data terbaru dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
“Jadi itu akan bisa kita evaluasi setelah mungkin jam 6 pagi barangkali kita melihat bangkitannya seperti apa,” kata dia.
Dudy juga mengingatkan pergerakan mudik bersifat nasional sehingga peningkatan mobilitas tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu.
“Karena ini bersifat nasional, bangkitan itu tidak hanya di satu wilayah saja, tapi di wilayah yang lain juga kita akan melakukan evaluasi bagaimana bangkitan pada hari ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Cara Menggunakan Google Maps Offline: Hemat Kuota Internet, Mudik Bebas Nyasar
-
Arus Mudik Lewat Kapal Ferry Diproyeksi Tembus 5,8 Juta Penumpang
-
11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI
-
Fokus Tekan Pemudik Motor, Kemenhub Ungkap Alasan Tak Ada Tiket Kereta Gratis
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim