Bisnis / Makro
Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:02 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, resmi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Suara.com/Fakhri]
Baca 10 detik
  • Menhub Dudy Purwagandhi memprediksi pergerakan mudik Lebaran terasa mulai 13 Maret 2026.
  • Kebijakan WFA menyebabkan masyarakat diperkirakan mulai bergerak lebih awal dari biasanya.
  • Pemerintah memonitor pergerakan pemudik yang diprediksi mulai meningkat setelah waktu berbuka puasa.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memprediksi pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran mulai terasa sejak 13 Maret 2026.

Hal ini seiring dengan kebijakan work from anywhere (WFA) yang sudah mulai diterapkan menjelang periode libur Lebaran.

Dudy mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan meningkatnya mobilitas masyarakat lebih awal dari biasanya. Pergerakan pemudik diperkirakan mulai terlihat terutama malam hari setelah waktu berbuka puasa.

“Kalau hari ini, tadi kebetulan kami pergi siang, sejauh ini masih cukup lancar, landai ya. Kita akan monitor nih setelah berbuka puasa. Kami perkirakan memang setelah berbuka kemungkinan masyarakat akan mulai melakukan pergerakan, perjalanan,” jelas Dudy di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, penerapan kebijakan WFA memberi peluang bagi masyarakat untuk memulai perjalanan mudik lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Karena work from anywhere sudah dilaksanakan ya, sudah diterapkan mulai tanggal 15, 16, 17 (Maret). Jadi kita mengantisipasi bahwa dari tanggal 13 ini sudah mulai ada pergerakan atau bangkitan,” ujarnya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, resmi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Suara.com/Fakhri]

Meski demikian, Dudy menyebut, data pergerakan masyarakat pada hari pertama masih bersifat dinamis. Pemerintah masih akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan apakah lonjakan perjalanan sudah sesuai dengan prediksi.

“Angkanya masih dinamis karena kan hari ini baru kita prediksi itu pun baru malam. Kita memprediksi bahwa kemungkinan bangkitan itu akan terjadi setelah buka puasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, evaluasi lebih lanjut mengenai peningkatan pergerakan masyarakat akan dilakukan setelah pemerintah memperoleh data terbaru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran

“Jadi itu akan bisa kita evaluasi setelah mungkin jam 6 pagi barangkali kita melihat bangkitannya seperti apa,” kata dia.

Dudy juga mengingatkan pergerakan mudik bersifat nasional sehingga peningkatan mobilitas tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu.

“Karena ini bersifat nasional, bangkitan itu tidak hanya di satu wilayah saja, tapi di wilayah yang lain juga kita akan melakukan evaluasi bagaimana bangkitan pada hari ini,” pungkasnya.

Load More