- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti kelangkaan LPG di India akibat gangguan stok dari konflik AS-Israel dengan Iran.
- Pemerintah Indonesia antisipatif dengan membuat kontrak impor LPG jangka panjang, terutama dengan Amerika Serikat.
- Stok LPG nasional saat ini mencukupi untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, dengan cadangan 15,66 hari.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyoroti situasi kelangkaan LPG yang terjadi di India. Sebagaimana dilaporkan, akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mengakibatkan gangguan stok LPG di negara tersebut.
"Di India berita pagi ini cukup mengkhawatirkan," kata saat sidang paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Bahlil mengungkap bahwa dari 7,6 impor LPG sebanyak 70-75 persen dipasok dari AS, dan 20 persen dari Timur Tengah, serta sisanya dari negara lain seperti Australia.
Sebagai langkah antisipasi mencegah kelangkaan LPG di tanah air, pemerintah mengambil kebijakan, dengan menjalin kontrak impor LPG jangka panjang dengan AS.
"Dengan kondisi sekarang yang di Middle East (Timur Tengah) kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain," ungkapnya.
Dia pun mengungkap pada akhir pekan ini, sebanyak dua kargo LPG akan masuk dari Australia. Di samping itu, secara umum untuk keandalan cadangan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan Bahlil sangat mencukupi.
"LPG kita sekarang (stoknya) 15,66 hari. Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Wapres, Bapak Ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG Insya Allah aman Bapak," kata Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Kementerian ESDM Tetap Pangkas Produksi Batu Bara di Tengah Lonjakan Harga
-
Purbaya Bela Bahlil, Klaim Stok Minyak RI 20 Hari Masih Aman
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027