Bisnis / Energi
Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:55 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Instagram/bahlillahadalia)
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti kelangkaan LPG di India akibat gangguan stok dari konflik AS-Israel dengan Iran.
  • Pemerintah Indonesia antisipatif dengan membuat kontrak impor LPG jangka panjang, terutama dengan Amerika Serikat.
  • Stok LPG nasional saat ini mencukupi untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, dengan cadangan 15,66 hari.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyoroti situasi kelangkaan LPG yang terjadi di India. Sebagaimana dilaporkan, akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mengakibatkan gangguan stok LPG di negara tersebut.

"Di India berita pagi ini cukup mengkhawatirkan," kata saat sidang paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Bahlil mengungkap bahwa dari 7,6 impor LPG sebanyak 70-75 persen dipasok dari AS, dan 20 persen dari Timur Tengah, serta sisanya dari negara lain seperti Australia.

Sebagai langkah antisipasi mencegah kelangkaan LPG di tanah air, pemerintah mengambil kebijakan, dengan menjalin kontrak impor LPG jangka panjang dengan AS.

"Dengan kondisi sekarang yang di Middle East (Timur Tengah) kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain," ungkapnya.

Dia pun mengungkap pada akhir pekan ini, sebanyak dua kargo LPG akan masuk dari Australia. Di samping itu, secara umum untuk keandalan cadangan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan Bahlil sangat mencukupi.

"LPG kita sekarang (stoknya) 15,66 hari. Jadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Wapres, Bapak Ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG Insya Allah aman Bapak," kata Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Load More