Suara.com - Lowongan pekerjaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara telah dibuka sejak 8 Maret 2019. Ada sebanyak 11.000 lowongan yang terbuka bagi umum, kaum disabilitas dan warga kawasan timur Indonesia.
Tawaran pekerjaan ini juga terbuka bagi peserta yang memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMA/SMK, D3, S1, hingga S2.
Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi peserta agar bisa lolos dalam setiap tahap seleksi.
Merujuk pada data Kementerian BUMN, persyaratan tersebut berbeda-beda antar-BUMN. Selain itu, persyaratan juga disesuaikan dengan jabatan yang membutuhkan pekerjaan baru.
“Secara umum diatur persyaratan berdasarkan jenjang pendidikan dan usia maksimum,” demikian informasi dari Kementerian BUMN seperti dikutip Suara.com, Sabtu (9/3/2019).
Untuk persyaratan umum, Kementerian BUMN menerapkan persyaratan berupa putera-puteri terbaik Indonesia lulusan SMA/SMK, Diploma dan S1 hingga S2.
Bagi lulusan SMA dan SMK, usia pelamar maksimal 27 tahun. Sedangkan untuk pelamar kategori lulusan Diploma atau Sarjana, usia maksimal yang dibolehkan adalah 32 tahun.
Adapun untuk program disabilitas, batasannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing BUMN. Namun, semua penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk bisa mengikuti Program Perekrutan Bersama Pemberdayaan Disabilitas.
Dari tahapan seleksi pun, penyandang disabilitas akan menjalani tahapan seleksi yang sama dengan program reguler.
Baca Juga: Satu Jembatan Lagi, Lampung - Sumsel Bakal Disatukan Tol Trans Sumatera
Khusus untuk tuna netra, nantinya akan diminta menggunakan aplikasi text to speech untuk membaca menu maupun pertanyaan tes value dan Tes Kompetensi Dasar online.
Sementara, untuk program Kawasan Timur Indonesia ada persyaratan lokasi yang harus dipenuhi. Program ini hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Daerah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa tenggara Timur.
Nantinya, mereka ditempatkan di daerah domisili masing-masing atau ditempatkan di seluruh wilayah kerja BUMN sesuai dengan kebutuhan masing - masing BUMN.
Tak hanya itu, bagi seluruh peserta juga diharapkan dapat memilih 3 posisi atau BUMN sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan juga minat serta bakat yang dimiliki. Pastikan untuk memilihnya sesuai dengan prioritas yang hendak dituju.
“Setiap kandidat dapat memilih 3 BUMN di awal proses rekrutmen, sesuai dengan passion dan kecocokan dengan persyaratan jabatan yang dibutuhkan oleh BUMN yang dituju,” tulis Kementerian BUMN.
Pendaftaran rekrutmen ini masuk dalam Program Perekrutan Bersama. Proses pendaftaran akan dibuka hingga 17 Maret 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi