- Menteri Keuangan meyakinkan Presiden mengenai stabilitas ekonomi Indonesia meski harga minyak naik signifikan.
- Purbaya Sadewa menyatakan ekonomi RI mampu tumbuh meski harga minyak mencapai 100 Dolar AS per barel.
- Pemerintah memiliki pengalaman mengendalikan dampak harga minyak tinggi melalui kebijakan fiskal dan moneter tepat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak takut dengan kenaikan harga minyak buntut penutupan Selat Hormuz akibat konflik geopolitik Amerika Serikat vs Iran.
Menkeu Purbaya memastikan kalau ekonomi Indonesia tidak akan hancur meskipun harga minyak naik hingga 100 Dolar AS per barel. Ini juga sekaligus menyinggung pendapat para ekonom soal proyeksi ekonomi RI.
"Banyak yang bilang ekonomi Indonesia akan hancur morat-marit, enggak jelas gitu. Padahal pengalaman kita selama ini enggak demikian," katanya saat Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara, dikutip Minggu (15/3/2026).
Ia bercerita kalau pada 2007-2008, harga minyak brent naik ke level tertinggi hingga 220 Dolar AS per barel secara rata-rata per bulan. Hal ini pun berdampak pada perekonomian global yang juga ikut turun.
Namun dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat saat itu, perekonomian Indonesia bisa tumbuh 4,6 persen.
"Tapi kan Pak dengan kebijakan yang pas fiskal dan moneter pada waktu itu kita masih bisa tumbuh 4,6 persen. Jadi kita cukup cermatlah bisa mengendalikan hal itu," beber dia.
Lalu di Februari 2011, harga minyak kembali tinggi sampai 110-120 Dolar AS per barel. Tapi Pemerintah masih memiliki cara untuk mengendalikan perekonomian, baik dari segi fiskal maupun moneter.
"Walaupun global ekonomi harga minyak gonjang-ganjing, kita punya cara atau punya pengalaman untuk mengendalikan dampaknya ke perekonomian," lanjutnya.
Begitu pula saat pandemi Covid-19, di mana harga minyak ikut naik tajam hingga lebih dari 100 Dolar AS per barel. Tapi Pemerintah tetap mampu menjawab tantangan tersebut.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
"Yang jadi catatan adalah apa ke depan untuk kita adalah, kita harus adjust dengan kebijakan atau dengan harga minyak global. Tapi kita mesti ceritakan ke masyarakat kita bahwa kita pasti berhasil mengendalikan itu karena pengalaman selama ini kita berhasil. Jadi kita enggak usah takut, Pak. Jadi yang analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur itu sama sekali enggak pernah ngelihat data, Pak," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga