Suara.com - Perusahan penyediaan jasa internet PT Link Net Tbk (LINK) bakal serius masuk ke bisnis elektronik sports (e-sports). Bahkan, Link Net telah membuat divisi sendiri untuk mengembangkan bisnis e-sports.
Presiden Direktur Link Net, Marlo Budiman menerangkan, perseroan masuk ke bisnis e-sports karena potensinya sangat besar. Hal itu dilihat dari jumlah pemain e-sports aktif di Indonesia yang mencapain 40 juta orang.
"Jadi pangsa pasar besar sekali, sehingga kita mau menjangkau milenial, sehingga kita bisa menjual internet produk. Kita bentuk bisnis baru," kata Marlo dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).
Marlo melanjutkan, perseroan nantinya terjun langsung menjadi penyelenggara kompetisi e-sports. Pasalnya, saat ini Link Net hanya sebagai sponsor dari kompetisi e-sports.
"Kita mau terlibat penyelenggara kompetisi e-sport itu. Kita bikin sendiri event. E-sport bukan hanya sponsor, tiketing, booth, media value, tentunya akan menunjang brand equity First Media," tutur dia.
Kendati demikian, Marlo menambahkan, perseroan tak berniat untuk membuat games sendiri, justru perseroan akan membuat tim e-sports sendiri.
"Mengembangkan games tidak, karena games biasanya dari luar. Tapi kita tertarik bikin tim sendiri, namanya tim first media," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat
-
Pengamat Bantah Bank Himbara Malas Salurkan Kredit, Masalahnya di Daya Beli Masyarakat
-
Saham BUMI Diserok saat IHSG Dihantui Risiko Status Frontier Market MSCI
-
Sesi I Berdarah, IHSG Ambles 7 Persen ke Level 8.321
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Kelola Tambang, Namanya Perminas
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Izin Tambang Agincourt Dicabut, Asosiasi Pertambangan Singgung Iklim Investasi yang Adil
-
Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi
-
Panduan Lengkap Cara Mengecek Desil Bansos 2026, Jadwal Pencairan dan Jenisnya