- Menteri Keuangan Purbaya melaporkan suntikan dana SAL Rp200 triliun ke Himbara kepada Presiden Prabowo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
- Koordinasi fiskal dan moneter menghasilkan pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 14,2% per Februari 2026, dinilai cukup meminyaki ekonomi.
- Kebijakan ini berdampak positif pada perbankan, dengan kredit tumbuh 10% dan DPK naik 13,5% pada Januari 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melapor ke Presiden RI Prabowo Subianto soal efek kebijakan suntikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah Rp 200 triliun ke himpunan bank negara (Himbara).
Menkeu Purbaya menyebut kalau ini merupakan hasil dari koordinasi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai otoritas fiskal dan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. Kebijakan ini diklaim untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Seperti waktu dulu kan saya inject uang Rp 200 triliun dan lebih. Nah, sekarang uangnya masih di sana. Saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, dikutip Minggu (15/3/2026).
Dari kebijakan itu, Purbaya menjelaskan kalau M0 alias uang primer telah tumbuh 14,2 persen per Februari 2026. Ini dia klaim sudah cukup untuk pertumbuhan ekonomi.
"M0 uang base money, uang primer di bulan Februari itu tumbuh 14,2 persen Pak. Jadi ini sudah cukup memberi meminyaki pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.
Pertumbuhan uang primer ini juga berdampak ke laju pertumbuhan kredit di perbankan yang naik hingga 10 persen di Januari 2026. Begitu pula Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 13,5 persen di bulan yang sama.
"Kita lihat kredit di bulan Januari sudah tumbuh 10 persen. Saya yakin angka bulan Februari akan lebih cepat lagi. DPK juga tumbuh 13,5 persen. Ini semua angka yang cukup sehat, Pak. Bunga juga turun karena kita maintenance di pasar," jelasnya.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi