- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan Presiden Prabowo puas dengan perbaikan kinerja DJBC Kemenkeu per Maret 2026.
- Prabowo sebelumnya selalu mengancam mengganti DJBC dengan SGS, namun kini yakin Bea Cukai dapat diperbaiki.
- Presiden juga mengapresiasi DJP karena berhasil meningkatkan penerimaan pajak hingga 30 persen sepanjang Januari-Februari 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau Presiden RI Prabowo Subianto kini mulai puas dengan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya bercerita, sebelumnya Prabowo selalu menyindir kinerja Bea Cukai dan kerap membubarkan lembaga tersebut untuk digantikan Société Générale de Surveillance (SGS) layaknya zaman Orde Baru (Orba).
Tapi dalam rapat terakhir, Purbaya mengatakan kalau Prabowo mulai melihat ada perbaikan di kinerja Bea Cukai. Bahkan Presiden juga yakin rencana menggantikan dengan SGS tidak akan terjadi.
"Biasanya dia selalu bilang, 'Bea Cukai bubarkan, ganti SGS'. selalu begitu. Kemarin sudah beda. 'Tadinya saya berpikir, kita harus gantikan Bea Cukai dengan SGS. tapi ternyata ada perbaikan'," kata Purbaya meniru omongan Prabowo, dikutip Minggu (16/3/2026).
"Dia (Prabowo) bilang gini, 'Saya lihat ada perbaikan di sana, dan saya yakin kita bisa memperbaiki Bea Cukai sehingga tidak diberikan ke SGS," lanjutnya.
Bendahara Negara lalu berkelakar kalau dirinya kerap lemas jika Prabowo menyinggung soal kinerja pegawai Pajak maupun Bea Cukai. Namun setelah ada omongan itu, Purbaya mulai optimistis dengan dua lembaga Kemenkeu tersebut.
Khusus untuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Purbaya juga mengapresiasi mereka yang berhasil menaikkan penerimaan pajak hingga 30 persen di Januari dan Februari 2026.
"Jadi ini kan kerja sama yang semuanya gerak bareng. Bukan pajak saja, bukan Bea Cukai saja, yang lain juga sama. Cuma yang diincar sama mereka, Pajak dan Bea Cukai karena kan pendapatan kemarin kan. Jadi pujian itu merupakan penghargaan ke apa yang kita kerjakan selama ini, sekaligus pecutan. kalau ke depan turun celaka kita," tegasnya.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Cerminkan Perbaikan Ekonomi dan Administrasi
Tag
Berita Terkait
-
Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Cerminkan Perbaikan Ekonomi dan Administrasi
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Purbaya Lapor Prabowo Buktikan Investor Asing Masih Percaya RI
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Tetap di Atas Rp 3 Jutaan
-
Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
-
Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
-
OJK Bekukan Izin NH Korindo, Emiten Benny Tjokro Didenda Rp2,7 Miliar
-
Program Gentengisasi Prabowo Dongkrak Permintaan Genteng di Sentra Majalengka
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun