Suara.com - Pemerintah China membantah ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut negeri tirai bambu membutuhkan kesepakatan perdagangan dengan AS, karena sedang alami perlambatan ekonomi.
Menurut pemerintah China, itu adalah pernyataan yang menyesatkan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, perlambatan ekonomi yang dihadapi China karena efek dari perlambatan ekonomi global. Menurutnya, ekonomi China masih stabil.
"Mengenai apa yang disebut sebagai Amerika Serikat karena ekonomi China melambat sehingga China sangat berharap untuk mencapai kesepakatan dengan pihak AS, ini benar-benar menyesatkan," ujar Geng seperti dilansir Reuters, Rabu (17/7/2019).
Geng menambahkan, baik China dan Amerika Serikat ingin mencapai kesepakatan perdagangan. Sehingga, katanya, bukan China saja yang menginginkan kesepakatan itu.
Sebelumnya, Trump, dalam tweetnya, menangkap perlambatan pertumbuhan ekonomi di China sebagai bukti bahwa tarif AS memiliki efek utama dan memperingatkan bahwa Washington dapat menambah tekanan.
Untuk diketahui juga, data resmi menunjukan pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 6,2 persen pada kuartal kedua, laju tahunan terlemah dalam setidaknya 27 tahun, di tengah tekanan perdagangan dari Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS
-
Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid
-
Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan
-
Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini