Suara.com - Hampir semua perusahaan memiliki website untuk bertransaksi dengan pelanggan atau hanya sekedar memperkenalkan bisnis mereka. Hal tersebut membuat perusahaan produsen celana dalam pria Antonio Underwear beralih dari bisnis offline ke bisnis online.
CEO sekaligus Founder Antonio Underwear, Antonio Carloandus Lee mengatakan akan segera merambah ke penjualan online lewat situs www.antonio.co.id. Pasalnya karakteristik generasi millenial dan z yang lekat dengan teknologi dianggap sebagai peluang bisnis retail beralih ke online.
Survei lembaga riset Snapcart mengatakan generasi milenial (usia 25-34 tahun) menjadi pembelanja di bidang e-commerce sekitar 50 persen. Sedangkan generasi Z (usia 15-24 tahun) memiliki jumlah belanja terbesar mencapai 80 persen.
“Saat ini, generasi milenial sudah beralih ke teknologi dan lebih memilih untuk berbelanja secara online dibandingkan cara konvensional. Kami ingin masuk sesegera mungkin ke bisnis online dan ikut meramaikan pasaran dengan produk kami,” ujar Antonio, Kamis (8/8/2019).
Untuk menjamin sisi keamanan pembayaran melalui platform online, Antonio menggandeng pihak ketiga, yaitu midtrans sebagai partner pembayaran yang sudah terpercaya. Selain itu ia juga menjamin ekslusifitas produk dan promo-promo yang bisa membantu mendongkrak penjualan.
“Dengan membeli dari website kami, selain eklusifitas dan orisinalitas, konsumen juga diuntungkan dengan sistem member. Dengan menjadi member, kami akan memberikan informasi terkini mengenai promo yang tengah berlangsung, “ kata dia.
Antonio mengungkapkan pasar pakaian dalam pria memiliki potensi pasar yang sangat besar, karena kebutuhan pakaian dalam tidak mengenal usia maupun golongan. Kebutuhan pakaian dalam serta pemain yang belum terlalu banyak menjadi pertimbangan Antonio untuk memulai bisnis ini di 2014 lalu.
Saat ini, Antonio memproduksi tiga jenis pakaian dalam pria dengan jenis basic, sporty dan boxer. Selain celana dalam, Antonio juga memiliki berbagai produk kaos dalam pria.
Antonio menegaskan dengan peralihan dari bisnis konvensional menjadi online, ia mampu memperbesar market pakaian dalam pria di Indonesia. Apalagi untuk pakaian dalam pria, tidak banyak pemain besar yang merajai pasar.
Baca Juga: KPPU Didesak Selidiki Persaingan Bisnis Online Travel
"Kami ingin turut menjadi salah satu pemain besar tersebut dan berkompetisi di dalamnya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026