Bisnis / Keuangan
Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB
Produk tembakau alternatif. (ANTARA/HO)
Baca 10 detik
  • Beralih ke vape perbaiki pembuluh darah dan kurangi risiko jantung.
  • Zat beracun hasil pembakaran, bukan nikotin, yang merusak kesehatan vaskular manusia.
  • Produk alternatif jadi solusi realistis kurangi risiko rokok dan beban biaya kesehatan.

Suara.com - Kesadaran masyarakat akan kesehatan terus mendorong perubahan gaya hidup yang signifikan. Salah satu tren yang kini tengah berkembang adalah peralihan perokok dewasa ke produk tembakau alternatif sebagai langkah realistis untuk menekan risiko penyakit kronis yang berdampak pada stabilitas ekonomi personal maupun nasional.

Riset terbaru dari Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) yang dipublikasikan pada Februari 2026, memberikan perspektif ekonomi kesehatan baru. Studi bertajuk "Vascular health after quitting smoking or switching to e-cigarette use" yang dirilis di European Journal of Preventive Cardiology, meninjau 23 studi klinis dengan melibatkan 11.702 peserta.

Hasilnya menunjukkan bahwa beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik secara signifikan memperbaiki kesehatan pembuluh darah (vaskular), yang merupakan indikator utama pencegahan penyakit kardiovaskular.

Peneliti CoEHAR, Prof. Riccardo Polosa mengungkapkan, fokus selama ini sering kali tertuju pada hasil akhir seperti serangan jantung atau stroke. Padahal, dari kacamata medis dan biaya mitigasi, proses pemulihan sebenarnya dimulai jauh lebih awal pada elastisitas pembuluh darah.

“Ketika pembakaran berhenti, fungsi pembuluh darah mulai membaik. Perubahan yang terukur ini menunjukkan bahwa menghilangkan paparan asap memiliki manfaat biologis langsung,” ujar Polosa, dikutip Rabu (6/5/2026).

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyumbang klaim asuransi kesehatan dan beban APBN melalui BPJS Kesehatan terbesar di Indonesia. Dengan adanya penurunan risiko melalui produk alternatif yang tidak dibakar, potensi efisiensi anggaran kesehatan publik menjadi terbuka lebar.

Temuan riset ini juga menegaskan bahwa pemicu utama kerusakan pembuluh darah bukanlah nikotin, melainkan zat beracun hasil pembakaran (TAR). Hal ini terbukti dari peningkatan fungsi vaskular yang tetap terjadi baik pada penggunaan produk bernikotin maupun non-nikotin.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, melihat fenomena ini sebagai pergeseran perilaku pasar yang positif. Ia menilai pendekatan pengurangan risiko (harm reduction) sebagai solusi ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi perokok dewasa.

“Saya melihat tren perokok dewasa yang beralih ke produk tembakau alternatif sebagai perkembangan signifikan dalam pengendalian konsumsi rokok,” kata Paido.

Baca Juga: Curhat Dokter Gia Pratama Viral, Sebut Hanya Terima Rp30 Ribu dari Pasien BPJS

Menurutnya, produk tembakau alternatif berfungsi sebagai 'jembatan' transisi. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan secara jangka panjang tetap membutuhkan konsistensi perubahan perilaku individu, bukan sekadar mengganti produk.

Paido menyarankan metode pengurangan bertahap, seperti mengganti satu sesi merokok harian dengan produk alternatif, sebagai langkah kecil yang lebih efektif secara psikologis dan finansial daripada berhenti total secara mendadak yang sering kali berakhir pada kegagalan (relapse).

Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga pada produktivitas sumber daya manusia yang lebih sehat di masa depan.

Load More