- Beralih ke vape perbaiki pembuluh darah dan kurangi risiko jantung.
- Zat beracun hasil pembakaran, bukan nikotin, yang merusak kesehatan vaskular manusia.
- Produk alternatif jadi solusi realistis kurangi risiko rokok dan beban biaya kesehatan.
Suara.com - Kesadaran masyarakat akan kesehatan terus mendorong perubahan gaya hidup yang signifikan. Salah satu tren yang kini tengah berkembang adalah peralihan perokok dewasa ke produk tembakau alternatif sebagai langkah realistis untuk menekan risiko penyakit kronis yang berdampak pada stabilitas ekonomi personal maupun nasional.
Riset terbaru dari Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) yang dipublikasikan pada Februari 2026, memberikan perspektif ekonomi kesehatan baru. Studi bertajuk "Vascular health after quitting smoking or switching to e-cigarette use" yang dirilis di European Journal of Preventive Cardiology, meninjau 23 studi klinis dengan melibatkan 11.702 peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik secara signifikan memperbaiki kesehatan pembuluh darah (vaskular), yang merupakan indikator utama pencegahan penyakit kardiovaskular.
Peneliti CoEHAR, Prof. Riccardo Polosa mengungkapkan, fokus selama ini sering kali tertuju pada hasil akhir seperti serangan jantung atau stroke. Padahal, dari kacamata medis dan biaya mitigasi, proses pemulihan sebenarnya dimulai jauh lebih awal pada elastisitas pembuluh darah.
“Ketika pembakaran berhenti, fungsi pembuluh darah mulai membaik. Perubahan yang terukur ini menunjukkan bahwa menghilangkan paparan asap memiliki manfaat biologis langsung,” ujar Polosa, dikutip Rabu (6/5/2026).
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyumbang klaim asuransi kesehatan dan beban APBN melalui BPJS Kesehatan terbesar di Indonesia. Dengan adanya penurunan risiko melalui produk alternatif yang tidak dibakar, potensi efisiensi anggaran kesehatan publik menjadi terbuka lebar.
Temuan riset ini juga menegaskan bahwa pemicu utama kerusakan pembuluh darah bukanlah nikotin, melainkan zat beracun hasil pembakaran (TAR). Hal ini terbukti dari peningkatan fungsi vaskular yang tetap terjadi baik pada penggunaan produk bernikotin maupun non-nikotin.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, melihat fenomena ini sebagai pergeseran perilaku pasar yang positif. Ia menilai pendekatan pengurangan risiko (harm reduction) sebagai solusi ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi perokok dewasa.
“Saya melihat tren perokok dewasa yang beralih ke produk tembakau alternatif sebagai perkembangan signifikan dalam pengendalian konsumsi rokok,” kata Paido.
Baca Juga: Curhat Dokter Gia Pratama Viral, Sebut Hanya Terima Rp30 Ribu dari Pasien BPJS
Menurutnya, produk tembakau alternatif berfungsi sebagai 'jembatan' transisi. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan secara jangka panjang tetap membutuhkan konsistensi perubahan perilaku individu, bukan sekadar mengganti produk.
Paido menyarankan metode pengurangan bertahap, seperti mengganti satu sesi merokok harian dengan produk alternatif, sebagai langkah kecil yang lebih efektif secara psikologis dan finansial daripada berhenti total secara mendadak yang sering kali berakhir pada kegagalan (relapse).
Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga pada produktivitas sumber daya manusia yang lebih sehat di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah