Suara.com - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin yang baru saja dilantik bakal menghadapai tantangan yang cukup berat soal ekonomi, lantaran saat ini kondisi ekonomi baik global dan domestik sedang mengalami perlambatan.
Ekonom Senior Prof Emil Salim mengatakan, Pemerintahan Jokowi-Amin harus memilih para pembantunya yang memang benar-benar mengerti soal ekonomi, tim ekonomi kata Emil harus punya satu kesatuan untuk menggerakan roda perekonomian agar lari lebih kencang lagi.
"Kuncinya kesatuan tim, jadi bisa mendukung Bapak Presiden di dalam bekerja," kata Prof Emil saat dihubungi Suara.com, Senin (21/10/2019).
Menurut Prof Emil, dengan bersatunya tim ekonomi akan lebih memudahkan pekerjaan Presiden untuk terus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.
"Jadi bisa memilih menteri-menteri yang bisa satu sama lain itu bermain cantik dan tidak bermain sendiri-sendiri," katanya.
Sebelumnya Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, bahwa Pemerintahan Jokowi selalu dimulai dengan situasi ekonomi yang lambat.
Darmin bercerita, kala itu ketika Presiden Jokowi bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) naik tahta pada 2014 silam, pemerintahan Jokowi harus menerima keadaan bahwa kondisi ekonomi baik global maupun domestik sedang terjadi perlambatan.
"Pemerintah Jokowi-JK yang segera berakhir pada hari ini itu dimulai dalam situasi ekonomi kita sedang melambat. Kenapa? Waktu itu tahun 2012-2013 harga Sumber Daya Alam (SDA) sedang turun, sehingga pemerintah ini dimulai dari periode lingkungan ekonomi sedang mengarah ke perlambatan," kata Darmin dalam acara perpisahan kabinet kerja tim ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10/2019).
Dan kata Darmin disaat Presiden Jokowi kembali memimpin pada periode 2019-2024, kondisi yang sama harus dirasakan pemerintahan baru ini, tantangan pun semakin berat.
Baca Juga: Jelang Pengumuman Kabinet Jokowi, Sejumlah Kemeja Putih Dibawa ke Istana
"Dan itu mulai muncul lagi dia sekarang pada waktu pemerintahan Jokowi di mana lembaga-lembaga dunia sedang prediksi bahwa ekonomi sedang melambat ekonomi sedang mengarah ke resesi," kata Darmin.
Namun demikian kata Darmin, Indonesia bisa melewati kondisi ekonomi yang sedang melambat.
"Kita bisa lihat bahwa ekonomi kita bisa semakin cepat walaupun tidak tinggi sekali," katanya.
Untungnya kata Darmin, berkat pengalaman yang sudah pernah dirasakan pada periode pertama lalu, Presiden Jokowi dinilai Darmin bisa melewati kondisi ekonomi yang sedang melambat ini.
"Bedanya pemerintahan sekarang sudah mempersiapkan sejumlah hal. Dulu kalau anda ingat 2014 yang dilakukan adalah suatu langkah yang cukup radikal yaitu menaikkan harga BBM sehingga kita punya penurunan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular