Suara.com - Anggota Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Henry Roland Sitorus mengaku heran dengan hukuman yang dikenakan maskapai Wings Air kepada pilotnya yang membandel.
Keheranan Henry tersebut merespons peristiwa bunuh dirinya Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29) seorang Kopilot (first officer) Wings Air yang ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya, diduga Nicolaus nekat mengakhiri hidup karena dipecat dan harus membayar pinalti senilai Rp 7 miliar.
"Sebetulnya untuk kasus seperti ini kan karena kasus indisipliner biasa, artinya dia madol bahasa kita, seharusnya punnisment (hukuman) dia kena hukuman biasa saja dia engga boleh terbang misalnya selama 1 minggu atau 2 minggu saja, tapi kalau sampai Rp 7 miliar engga masuk akal," kata Henry saat dihubungi Suara.com, Kamis (21/11/2019).
Menurut Henry hukuman pemecatan dan denda sampai Rp 7 miliar yang di dapat Nicolaus bisa saja jadi alasan utama Nicolaus melakukan bunuh diri.
"Pilot itu kan kalau engga terbang kan engga dapat tambahan, dia hanya dapat gaji pokok saja. Jadi saya kira almarhum ini sampai bunuh diri ini karena kepikiran karena harus bayar denda Rp 7 miliar, belum lagi dia kepikiran sekolahnya dulu harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal, ditambah lagi saya denger dia baru nikah. Mungkin hal-hal ini yang membuat almarhum bunuh diri," kata Henry.
Jadi kata Henry denda sebesar Rp 7 miliar tersebut merupakan hukuman yang tak masuk akal di industri penerbangan nasional. Dirinya mencontohkan pilot perusahaan jika akan pindah tipe pesawat akan disekolahkan lagi dengan biaya perusahaan, diikat oleh ikatan dinas sampai kira-kira biaya trainingnya lunas, bisa sampai 3-4 tahun.
"Kalau saya mau pindah misalkan dari Boeing ke Airbus saya harus ambil rating lagi. Misal pesawat Airbus A320 maskapai harus mengeluarkan biaya Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, seharusnya kan sampai disitu saja kan kalau kita madol, punnisment nya sampai situ bukan Rp 7 miliar" katanya.
Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29) seorang Kopilot (first officer) Wings Air ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya pada Senin (18/11/2019).
Dari informasi yang beredar, Nicolaus nekat mengakhiri hidup karena dipecat dan harus membayar pinalti senilai Rp 7 Miliar.
Baca Juga: Pengakuan Keluarga Kopilot Wings Air yang Bunuh Diri karena Dipecat
Kejadian tersebut berawal saat Nicolaus yang hendak meminta izin cuti untuk melangsungkan pernikahan hanya mendapat waktu tiga hari. Namun, dia berharap bisa mendapat izin cuti lebih dari tiga hari.
Lantaran itu, Nicolaus yang kemudian kembali ke pekerjaannya pun mendapat teguran dari pihak perusahaan karena izin cuti tidak sesuai dengan ketentuan yang diberikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam