Suara.com - Alvin Lie, anggota Ombudsman RI sekaligus pengamat penerbangan, menegaskan tidak seharusnya pilot maupun kopilot masih berstatus pekerja kontrak atau diikat dengan perjanjian kerja waktu tidak tetap. Menurutnya, status para pilot pada suatu maskapai harus tetap, mengikat.
Pernyataan Alvin tersebut sebagai respons terhadap kasus Nicolaus Anjar Aji Surya, kopilot pesawat maskapai Wings Air—Lion Air group—yang bunuh diri lantaran dipecat serta terkena penalti Rp 7,5 miliar hanya gara-gara telat masuk kerja seusai cuti menikah.
Alvin menjelaskan, pilot merupakan salah satu karyawan maskapai yang terlibat langsung pada inti bisnis maskapai. Dengan begitu, para pilot seharusnya mendapatkan status pekerja tetap pada manajemen maskapai.
"Informasi yang saya dapat, kebijakan Lion Group, semua pilotnya berstatus PKWT. Tapi kan ikatan dinas ada yang 15 tahun sampai 20 tahun. Setahu saya, UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu melarang PKWT terhadap pekerjaan inti perusahaan. Dalam kasus ini, pilot adalah pekerjaan inti. Tanpa pilot, pesawat tak bisa terbang,” kata Alvin Lie kepada Suara.com, Kamis (21/11/2019).
Karenanya, dia merasa heran masih adanya maskapai yang tak terlacak hukum, padahal sudah melanggar UU Ketenagakerjaan.
"Saya juga heran permasalahan ini bisa berlangsung bertahun-tahun, padahal melanggar UU. Aneh kan PKWT tapi ikatan dinas, sehingga ketika pilot ini akan berhenti, tak memenuhi standar kerja, dikenakan denda yang cukup besar. Sebaliknya, jika perusahaan memberhentikan mereka setiap saat bisa saja tanpa pesangon,” kata dia.
Alvin mendesak Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk ikut menyelesaikan masalah yang terjadi. Hal ini berlaku pada semua maskapai, sehingga tak kembali memakan korban.
"Saya sudah mendesak Kemenaker dan kemenhub melakukan kajian komperhensif dengan fenomena ini dilakukan pembenahan, terbentuk hubungan industrial yang sehat. Tak hanya grup Lion Air, tapi semuanya," kata dia.
Baca Juga: Kopilot Bunuh Diri karena Didenda Rp 7 Miliar, Alvin Lie: Tak Masuk Akal!
Berita Terkait
-
Pengakuan Keluarga Kopilot Wings Air yang Bunuh Diri karena Dipecat
-
Cerita Warga soal Detik-detik Kopilot Wings Air Tewas Gantung Diri
-
Bikin Geger! Aksi Bunuh Diri Kopilot Wings Air Bikin Tetangga Takut Tidur
-
Kopilot Aji Bunuh Diri karena Dipecat, Wings Air Didesak Tanggung Jawab
-
Detik-detik Kopilot Wings Air Bunuh Diri karena Dipecat dan Denda Rp 7,5 M
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung
-
Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT
-
Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang
-
Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya
-
Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I
-
IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?