Suara.com - Mantan Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), Janet Yellen mengatakan ketidaksetaraan perekonomian yang telah berkembang selama beberapa dekade merupakan ancaman besar bagi ekonomi AS, tapi menurutnya pada tahun depan ekonomi global sudah membaik.
Demikian kata mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen, Kamis (21/11/2019). Pemimpin bank sentral dari 2014 hingga 2018 juga mengatakan perang tarif AS-Tiongkok berdampak buruk baik pada bisnis maupun konsumen melalui harga yang lebih tinggi dan suasana ketidakpastian yang umum.
"Saya berani bertaruh bahwa tidak akan ada resesi di tahun mendatang. Tetapi saya harus mengatakan bahwa kemungkinan resesi lebih tinggi dari normal dan pada tingkat yang terus terang, saya tidak nyaman," kata Yellen di World Business Forum seperti mengutip cnbc.com, Jumat (22/11/2019).
Dengan tiga pemangkasan suku bunga tahun ini, masih ada lingkup yang tidak sebanyak yang saya ingin lihat agar The Fed dapat menanggapi hal itu. Jadi ada alasan bagus untuk tidak khawatir.
Satu bidang tertentu yang ia kutip adalah ketidaksetaraan, khususnya sejauh mana manfaat selama ekspansi terpanjang di sejarah AS sebagian besar telah mengalir ke penghasil top dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan pasca-sekolah menengah.
"Terlepas dari upaya bank sentral untuk memandu perekonomian, Yellen mengutip "tren jangka panjang yang sangat mengkhawatirkan di mana Anda memiliki bagian yang sangat besar dari tenaga kerja AS yang merasa seperti mereka tidak maju. Itu benar, mereka tidak maju," kata Yelle
"Ini adalah masalah ekonomi yang serius dan masalah sosial karena itu berarti keuntungan dari sistem ekonomi kita tidak dibagikan secara luas," tambahnya. "Ini membuat orang pada akhirnya merasa bahwa ekonomi tidak bekerja untuk mereka, rasa ketidakpuasan sosial yang sangat mengganggu," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Libur Nataru 2025/2026, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 6,57 Persen
-
Chandra Asri Group Tuntaskan Akuisisi Jaringan SPBU Esso di Singapura
-
Pembayaran Digital Meningkat, Gen Z Mulai Pilih untuk Berbisnis
-
Purbaya Tarik Dana SAL Rp 75 T dari Perbankan demi Belanja Pemerintah
-
Wamendag Cek Minyakita di Pasar Jakarta, Harga Dijual di Bawah HET
-
Harga Perak Melemah Tipis Awal Tahun 2026, Aksi China Bisa Picu Kenaikan Lagi?
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo, BP Serentak Turun, Ini Daftarnya
-
Dirut BSI Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Nasabah di Tahun 2026
-
Penolakan Pembayaran Tunai, Wamendag Tegaskan Uang Cash Masih Berlaku di Pasar