Bisnis / Keuangan
Kamis, 26 Februari 2026 | 09:14 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG pada Kamis, 26 Februari 2026, sempat menguat di 8.351 lalu turun 0,07 persen ke 8.316 pukul 09.05 WIB.
  • Perdagangan pagi itu mencatat transaksi 2,42 miliar saham senilai Rp 1,32 triliun dengan 189.800 kali frekuensi.
  • Secara teknikal, IHSG diproyeksikan menguat terbatas antara level support 8.200 dan resistance 8.330.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada perdagangan, Kamis, 26 Februari 2026 pagi. IHSG awalnya menguat ke level 8.351, tapi kemudian langsung merosot.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus justru berbalik menuju zona merah dengan turun 0,07 persen ke level 8.316.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,32 triliun, serta frekuensi sebanyak 189.800 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 230 saham bergerak naik, sedangkan 226 saham mengalami penurunan, dan 502 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, IFSH, SSTM, DIVA, KAQI, MEGA, IBOS, IKPM, SOTS, RMKO, RMKE, JAYA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, ROCK, MGLV, VISI, SCNP, SKBM, ELPI, IDEA, CARS, MMIX, KONI, SOCI.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya ditutup di zona hijau.

Berdasarkan riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas, secara teknikal IHSG masih memiliki peluang menguat, namun ruang kenaikannya dinilai terbatas.

Baca Juga: Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.200 – 8.330," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Dari sentimen global, Pilarmas menyoroti perkembangan terbaru dari Amerika Serikat serta kabar dari Asian Development Bank (ADB) yang dinilai turut memengaruhi dinamika pasar. Pergerakan pasar global tersebut berpotensi memberikan sentimen campuran terhadap IHSG dalam jangka pendek.

Dengan posisi indeks yang kini berada dekat area resistance 8.330, pelaku pasar disarankan mencermati potensi aksi ambil untung apabila penguatan tidak diikuti volume yang solid.

Adapun sejumlah saham yang masuk dalam stockwatch list Pilarmas hari ini antara lain BKSL, AHAP, dan AADI.

Load More