- Toge Productions, studio game pionir nasional, mempertimbangkan relokasi operasional akibat persoalan perpajakan yang memberatkan.
- Permasalahan utama muncul dari tuntutan oknum pajak yang meminta gaji pengembangan game harus dialokasikan sebagai biaya jangka panjang.
- Dampak sengketa ini menguras waktu studio dan dapat memicu efek domino negatif bagi moral pengembang game lokal.
Suara.com - Salah satu pionir industri game nasional, Toge Productions, studio di balik kesuksesan global Coffee Talk dan A Space for the Unbound, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memindahkan operasional perusahaannya keluar dari Indonesia.
Langkah ekstrem ini dipicu oleh persoalan perpajakan yang dinilai sangat memberatkan dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Melalui unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), CEO Toge Productions, Kris Antoni, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap perlakuan otoritas pajak yang menimpa studionya.
Kris Antoni menjelaskan bahwa perusahaannya dijatuhi tuntutan kurang bayar pajak oleh oknum petugas. Inti permasalahannya terletak pada penafsiran biaya pengembangan game.
Otoritas pajak mengklaim bahwa gaji karyawan selama masa pengembangan game seharusnya diamortisasi (dialokasikan sebagai biaya jangka panjang), bukan dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Namun, Kris menegaskan bahwa Toge Productions tidak pernah mengajukan, apalagi memenuhi syarat untuk melakukan kapitalisasi biaya pengembangan. Baginya, tuntutan tersebut tidak berdasar dan dipaksakan secara sepihak.
"Katakan saja tidak. Jangan setuju dengan hal itu," tulis Kris sebagai pesan tegas bagi studio game lain yang mungkin menghadapi intimidasi serupa.
Lebih dari sekadar beban finansial, sengketa ini telah menguras waktu dan energi yang seharusnya dialokasikan untuk memproduksi karya baru.
Kris mengungkapkan kesedihannya mengingat ia telah menghabiskan waktu selama 17 tahun untuk memajukan industri game Indonesia di kancah internasional.
Pengalaman pahit ini membuatnya secara serius mempertimbangkan untuk merelokasi studionya ke luar negeri. Bagi komunitas pengembang lokal, kabar ini merupakan pukulan telak.
Baca Juga: Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat
Toge Productions selama ini menjadi mercusuar dan bukti nyata bahwa karya anak bangsa mampu menembus pasar global.
Jika mereka benar-benar hengkang, dikhawatirkan akan muncul efek domino yang memengaruhi moral para pengembang muda di tanah air.
Menanggapi hal ini, DJP menyebut,"Kami ingin menyampaikan bahwa DJP terikat oleh undang-undang untuk menjaga kerahasiaan data perpajakan, sehingga tidak dapat membahas atau mengomentari kondisi Wajib Pajak tertentu. Secara umum, ketentuan perpajakan mengatur bahwa perlakuan atas suatu biaya ditentukan antara lain berdasarkan karakteristik dan masa manfaatnya, untuk memastikan penghitungan pajak dilakukan secara adil, proporsional, dan memberikan kepastian hukum. Kami juga menegaskan bahwa setiap proses pemeriksaan dilaksanakan secara profesional dan objektif, serta memberikan ruang dialog dan klarifikasi kepada Wajib Pajak sesuai ketentuan yang berlaku."
Berita Terkait
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
KPK Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Suap Diskon Pajak di Kemenkeu
-
Serikat Pekerja Soroti Diskriminasi Pembebasan Pajak bagi Industri Rokok dan Makanan-Minuman
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Rontok Semua, Bisa Borong Lebih Murah!
-
Bank Maybank Indonesia Hanya Raup Laba Rp1,66 Triliun di Tahun 2025
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara
-
Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran
-
Izin Davies Vandy Resmi Dicabut OJK, Ini Alasannya
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran