Suara.com - Sekitar 1.000 ton semen ikut tenggelam bersama kapal tol laut perintis KM Shimpo 16 di Pelabuhan Lewoleba, Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/12/2019) sore.
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday menjelaskan, informasi yang diperolehnya menyebutkan bahwa kapal tersebut mengangkut 1.700 ton semen dari Biringkasih, Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan dibongkar di Pelabuhan Lewoleba.
"Namun ketika muatan baru terbongkar sebanyak 143 ton, terjadi tabrakan sehingga kapal tersebut tenggelam," katanya.
Kapal tol laut perintis KM Shimpo 16 tenggelam setelah ditabrak KM Maju 08 yang hendak bersandar di Pelabuhan Lewoleba.
KM Maju 8 menabrak bagian lambung kapal di sebelah kanan bagian depan hingga jebol dan air masuk dengan cepat sehingga mengakibatkan KM SHIMPO 16 miring ke kanan dan tenggelam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Peruhubungan Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, secara terpisah, mengatakan KM Maju 08 diduga bermasalah pada pengereman sehingga kecepatan tidak bisa dikendalikan saat hendak bersandar.
"Dari informasi yang kami dapat tidak ada korban jiwa dan semua pelaku sedang dimintai keterangan di Polres Lembata," katanya.
Paskalis menambahkan, pada bagian kapal tersebut memang bertuliskan Tol Laut Perintis, namun informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa kapal tersebut dulu merupakan Tol Laut namun sudah difungsikan sebagai kapal kargo. (Antara)
Baca Juga: Enam Korban Kapal Tenggelam di Bintan Ditemukan Selamat
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN