Suara.com - Sebanyak 57 orang tewas setelah kapal yang membawa sekitar 150 migran dari Gambia tenggelam di lepas pantai Mauritania pada Rabu (4/12), menurut badan migrasi PBB.
Jalur laut berbahaya dari Afrika Barat ke Eropa pernah menjadi rute utama bagi migran yang mencari pekerjaan dan kesejahteraan. Insiden ini merupakan salah satu yang paling mematikan sejak sejumlah upaya tidak cukup ketika Spanyol memperketat patroli pada pertengahan tahun 2000-an.
"Otoritas Mauritania mengatakan hingga 57 orang tewas setelah kapal yang membawa migran tenggelam di lepas pantai hari ini," cuit Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Twitter.
"Para penyintas mengatakan kepada staf IOM bahwa kapal berlayar dari Gambia pada Rabu lalu dengan sedikitnya 150 orang."
Otoritas Mauritania tak langsung dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.
Meskipun menjadi rumah untuk sejumlah negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di benua tersebut, Afrika Barat sedang berjuang menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi populasi kaum muda yang menjamur. Walhasil, para migran terus menempuh rute berbahaya demi tiba di Eropa. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Disambar Petir, Kapal Nelayan Tenggelam, Empat Orang Ditemukan Tewas
-
Detik-detik KMP Bini Andika Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Masalembu
-
Penumpang Kapal yang Tenggelam di Pulau Angso Duo Sebut Ada Kebocoran
-
Kapal Pembawa Rombongan Wisata Guru Tenggelam, Satu Penumpang Tewas
-
Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok Tenggelam, Satu Orang Tewas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik