Suara.com - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebut pada pergantian akhir tahun lebih banyak masyarakat memilih di pusat kota seperti Jakarta atau Staycation dibanding harus ke luar kota.
Sehingga, lanjutnya, banyak masyarakat yang memesan hotel di Jakarta untuk menikmati gelaran pergantian tahun.
"Sekarang ini sebenarnya juga hampir sama, kebanyakan orang banyak yang engga keluar kota, staycationnya tinggi," kata Hariyadi saat dihubungi Suara.com, Selasa (31/12/2019).
Menurut Hariyadi, banyaknya masyarakat staycation karena masa libur yang terlalu mepet. Sehingga, lebih banyak yang menikmati pergantian tahun di Pusat Kota Jakarta.
"Banyak alasan juga, dari liburan nanggung, hari kejepitnya, natal, sebagian orang engga bisa diambil semuanya, jadi ada tren seperti, tahun staycation lebih tinggi," ucap dia.
Kendati begitu, tambah Hariyadi, tak sedikit juga masyarakat yang keluar kota. Salah satunya, yaitu berlibur ke Bali yang menjadi favorit masyarakat.
"Tapi orang juga ada yang ke daerah, misalnya ke Bali, karena tiket mahal orang ke Bali lewat jalan tol di Bali juga rame juga," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun