Suara.com - Mahkamah Agung melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-Officio dari Kementerian Keuangan. Suahasil menggantikan Wamenkeu sebelumnya, yakni Mardiasmo yang sudah pensiun tahun lalu.
Usai dilantik, Suahasil sedikit menyinggung PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang saat ini sedang ditimpa masalah pelik lantaran gagal melakukan pembayaran klaim asuransi kepada nasabahnya.
Menurut dia OJK sebagai regulator dalam sistem keuangan nasional harus benar-benar jeli melihat kasus yang dialami Jiwasraya apakah berdampak buruk bagi sistem keuangan nasional atau tidak.
"Yang ingin saya sampaikan adalah dalam konteks sektor keuangan secara keseluruhan, kita harus memiliki cara melihat yang lebih baik yang lebih mendalam sehingga bisa menangkap signal ini (kasus Jiwasraya) baik atau buruk," kata Suahasil di Mahkamah Agung, Senin (13/1/2020).
Untuk itu peran serta seluruh stakeholder kata Suahasil menjadi sangat penting, mengingat Jiwasraya merupakan BUMN yang seluruh sahamnya dimiliki negara, sehingga perlu adanya treatment khusus untuk mengatasi sakitnya Jiwasraya.
"Nah ini yang harus kita kerjakan bersama-sama, OJK sebagai pengawas sektor keuangan, pemerintah juga melihat sektor keuangan secara keseluruhan harus memiliki mekanisme untuk memahami hal tersebut," kata Suahasil.
Informasi saja, Jiwasraya memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.
Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya.
Baca Juga: Erick Thohir Jamin Bayar Semua Uang Nasabah Jiwasraya
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?