Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bisa berpotensi besar dan memiliki risiko sistemik, atau menimbulkan efek domino yang membuat pasar kehilangan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan tak mau gegabah soal adanya potensi sistemik bagi perekonomian dalam negeri, dirinya lebih menunggu statement BPK lebih lanjut terutama terkait apa yang di maksud bisa menimbulkan sistemik tersebut.
"Saya gak bisa menyatakan satu case (kasus) dengan case yang lain. Misalnya case di Jiwasraya seberapa banyak relasinya Jiwasraya dengan perusahaan asuransi lain kan harus masuk ke arah situ. Kami harus tunggu bagaimana BPK saat mengatakan sistemik. Kami harus dengar dulu apa yang dimaksud sistemiknya," kata Isa saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Dia bilang potensi sistemik asuransi nasional bisa saja terjadi dalam kasus Jiwasraya, tapi sebelum mengarah kepada sistemik, Isa ingin mengetahui betul inti masalah yang dihadapkan perusahaan asuransi plat merah tersebut.
"Kalau beberapa asuransi ada misalnya mengandalkan reasuransi bisa jadi sistemiknya lewat asuransi itu. Tapi saya gak tahu masalah ini, kami harus menunggu pembedahan lebih baik dari BPK, kejaksaan dan lainnya," katanya.
Sebelumnya, BPK sempat menyatakan kasus Jiwasraya bisa berdampak sistemik.
"Dampak sistemiknya, sangat besar sekali. Jadi, jangan diukur hanya berdasarkan nilai aset aja, karena angkanya sangat besar," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna.
Dalam hal ini, Agung berjanji untuk mengungkapkan dalang dari Kasus Jiwasraya yang membuat rugi banyak pihak.
"Mereka yang bertanggung jawab akan kita indetifikasi, yang betul-betul bersalah melakukan perbuatan pidana sudah barang tentu harus ditentukan ada tidaknya tindakan pidana, atau niat jahat oleh aparat penegakan hukum," katanya.
Baca Juga: Kasihan, PNS Kemenkeu Tak Dikasih Libur Tahun Baru
Berita Terkait
-
Erick Thohir Jamin Bayar Semua Uang Nasabah Jiwasraya
-
Upaya Bersih-bersih Erick Thohir Bakal Bongkar Kasus yang Masih Tersembunyi
-
Terindikasi Curang, Kejagung dan BPK Telisik 5.000 Transaksi Jiwasraya
-
BPK Sebut Kasus Jiwasraya Gigantik dan Berdampak Sistemik
-
BPK Butuh Waktu Dua Bulan Ungkap Kerugian Negara dalam Kasus Jiwasraya
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
BRI Peduli Korban Bencana, Komitmen Dukung Percepatan Pemulihan via Aksi Nyata
-
Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah
-
Menteri Investasi: Pelemahan Rupiah Masih Diterima Investor Asing
-
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
-
Setelah Haji, Pos Indonesia Mulai Layani Pengiriman Barang Jamaah Umrah dan PMI
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Celebi Aviation Resmi Beroperasi di Bandara Soetta dan Ngurah Rai