Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mendapatkan masalah. Kali ini persoalan tersebut menimpa BUMN sektor konstruksi, yaitu PT Amarta Karya (Persero) yang belum membayarkan utangnya ke perusahaan pengadaan baja PT Stahlindo Jaya Perkasa.
Kuasa Hukum Stahlindo Jaya Perkasa, Ferdian Sutanto mengatakan, Amarta Karya memesan baja kepada Stahlindo untuk Proyek Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) IX di Kawasan Industri Wijayakusuma dengan nilai proyek Rp 7 miliar.
Namun, Amarta Karya masih belum melunasi pembayarannya sebesar Rp 2,4 miliar.
"Klien kami sejak bulan Mei 2019 Sudah berusaha musyawarah dengan pihak Amarta Karya agar dapat diselesaikan pembayaran tersebut, namun surat dari klien kami pun tidak mendapatkan tanggapan positif untuk penyelesaian pembayaran," ujar Ferdian dalam keterangannya, Jumat (17/1/2020).
Ferdian melanjutkan, Stahlindo juga telah melakukan musyawarah untuk mendapat kepastian akan pembayaran kliennya. Karena belum ada penyelesaian juga, Ferdian juga melakukan upaya hukum baik secara Pidana maupun Secara Perdata.
"Bahwa saat ini permasalahan tersebut baik secara Pidana maupun perdata, Perdata di pengadilan negeri Semarang yang sedang berlangsung proses hukumnya," imbuh dia.
Ferdian pun berharap, agar Menteri BUMN Erick Thohir bisa mengatensi permasalahan ini dan mengawasi perusahaan terkait.
Berita Terkait
-
Ditanya Besaran Gaji, Menteri BUMN Erick Thohir: Cuma Rp 19 Juta
-
Erick Thohir Beberkan Strategi Pengelolaan BUMN ke Ketua DPD RI
-
Bukti Indonesia Menarik untuk Investasi, 3 BUMN Dapat Proyek Kakap dari UEA
-
3 BUMN Ini Dapat Proyek Kakap dari Putra Mahkota Abu Dhabi
-
Erick Thohir Tegaskan Bakal Bersihkan BUMN-BUMN yang Poles Laporan Keuangan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut
-
Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global
-
Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga
-
Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia
-
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
-
IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
-
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
-
BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026
-
Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan