Suara.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menyambut baik pembentukan Panitia Kerja (Panja) pengawasan industri jasa keuangan oleh DPR RI.
Pasalnya kata Fadjroel, pembentukan Panja tersebut sesuai dengan visi misi pemerintah yakni meningkatkan pengawasan terhadap industri jasa keuangan menyusul kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.
"Visi dan misinya sama dengan pemerintah yaitu meningkatkan pengawasan terhadap industri jasa keuangan dan menentukan langkah-langkah terukur restrukturisasi Jiwasraya dan penyelamatan dana nasabah," ujar Fadjroel saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/1/2020) kemarin.
Tak hanya itu, Fadjroel berharap adanya Panja, industri jasa keuangan semakin mendapat pengawasan serta dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Fadjroel menuturkan pembentukan Panja juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Dengan Panja ini diharapkan industri jasa keuangan Indonesia semakin terawasi dengan sangat baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI membentuk panitia kerja atau panja yang bakal turut membahas mengenai permasalahan di PT Asuransi Jiwasraya(Persero) dan PT Asabri (Persero).
Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan, pihaknya telah bersepakat membentuk panja pengawasan kinerja industri keuangan dalam rapat internal pada 20 Januari 2020 dengan prioritas pembahasan atas PT Jiwasraya, PT Asabri, AJB Bumiputera 1912, PT Taspen (Persero), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
"Kami sudah menyikapi kasus Jiwasraya ini masa periode yang lalu tapi kebetulan karena itu sesuatu yang cukup sensitif kami lakukan secara tertutup, tapi karena situasi dan perkembangan yang cukup dinamis akhir-akhir ini kami memutuskan untuk membuat panja pengawasan keuangan," kata Dito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Baca Juga: Ketakutan Kementerian BUMN Akhirnya Terjadi, DPR Bentuk Panja Jiwasraya
"Tidak hanya Jiwasraya, tapi prioritas kita adalah Jiwasraya kemudian Bumiputera kemudian Bank Muamalat, Asabri dan Taspen," Dito menambahkan.
Dito berharap dengan dibentuknya panja tersebut maka permasalahan yang menyangkut Jiwasraya khususnya dapat tertangani. Mengingat pembentukan panja mengenai Jiwasraya juga sudah dilakukan oleh Komisi VI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
-
Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun
-
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang