Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, salah satu tantangan pemerintah setiap tahun adalah mengumpulkan pajak, menurut dia hampir semua orang dibikin pusing jika berurusan dengan pajak.
Hal tersebut dikatakan Suahasil saat menjadi pembicara kunci dalam acara konferensi ekonomi yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/2020).
"Saya yakin deh jika ditanya dan minta dan survei ruangan ini siapa yang puyeng dengan urusan pajak," kata Suahasil.
Maka dari itu kata Suahasil, pemerintah ingin membuat aturan terkait pajak untuk lebih disederhanakan dan memberi sejumlah insentif pajak bagi para pelaku usaha.
Salah satu cara yang sedang dilakukan adalah dengan menerbitkan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Perpajakan.
"Kita ingin sederhanakan itu dan simplifikasi dan kita ingin selaraskan. Pemerintah turunkan pajak dan akan turunkan dengan UU tidak bisa diturunkan tanpa UU," katanya.
Informasi saja, Pemerintah saat ini tengah menyusun RUU Omnibus Law bidang perpajakan. UU ini akan mengatur sejumlah aturan maupun fasilitas perpajakan yang bisa diberikan pemerintah.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Omnibus Law ditujukan untuk mengatasi tumpang tindih aturan atau fasilitas perpajakan. Pasalnya selama ini, hal itu dianggap memberatkan investasi baik di dalam maupun luar negeri.
Omnibus Law nantinya akan menyatukan sejumlah aturan. Mulai dari Undang-Undang (UU) Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, hingga pajak daerah dan retribusi daerah.
Baca Juga: Jiwa Missqueen Bergetar, Nominal Pajak di Bon Pembayaran Ini Jadi Sorotan
"Insentif pajak kita taruh dudukan supaya lebih baik, kita promosikan abis-abisan, ada yang paling gede tax holiday bisa bebas pph badan 20 tahun dan pembebasan PPn untuk barang tertentu," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
Pejabat Tinggi Bea Cukai Pusat Diperiksa KPK, Anak Buah Menkeu Purbaya Pasrah
-
Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026
-
5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK