- Menko Airlangga lobi investor institusional demi jaga stabilitas pasar dan kepercayaan publik.
- Pemerintah klarifikasi isu internal OJK/BEI dan kebijakan MSCI untuk redam ketidakpastian
- Komitmen koordinasi lintas otoritas guna pastikan tata kelola ekonomi tetap berkelanjutan.
Suara.com - Pemerintah mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan sentimen pasar di tengah dinamika ekonomi nasional yang sedang bergejolak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan langsung dengan para investor institusional guna menjaga kepercayaan pasar dan memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.
Langkah ini diambil menyusul sejumlah isu sensitif yang menekan pasar keuangan domestik, mulai dari perubahan kebijakan MSCI yang memicu aliran dana asing, mundurnya beberapa petinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga spekulasi penunjukan Legislator Mukhamad Misbakhun sebagai Ketua OJK.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa kehadiran Menko Airlangga dalam forum tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan langsung mengenai langkah terukur yang diambil pemerintah bersama regulator.
“Pemerintah bersama Regulator terus mengambil langkah terukur untuk menjaga stabilitas pasar, menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dan memastikan kepercayaan investor tetap terjaga,” ujar Haryo kepada media, Rabu (4/2/2026).
Forum tersebut menjadi ruang dialog informal bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi pelaku pasar sekaligus memaparkan arah kebijakan ekonomi ke depan. Di tengah tekanan pasar yang fluktuatif, pemerintah menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas otoritas demi menjaga stabilitas sektor keuangan.
Haryo menekankan bahwa fokus diskusi mencakup, komitmen pada kebijakan yang prudent (bijaksana) dan berkelanjutan, harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil dan langkah strategis dalam merespons dinamika pasar global agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan domestik.
Melalui engagement yang berkelanjutan ini, pemerintah berharap optimisme pasar kembali menguat.
"Pemerintah berharap dapat menjaga optimisme pasar dan memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian nasional," pungkas Haryo.
Baca Juga: Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terkini
-
Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026
-
5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK
-
IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar
-
BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh
-
Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan
-
Timbunan Sampah Capai 189 Ribu Ton Per Hari, Pemerintah Dorong Program Waste to Energy
-
Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap
-
Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama 2026, Total Ada 8 Hari