Suara.com - Kapal milik PT Soechi Lines Tbk (Soechi) kembali nyaris tenggelam. Kapal tanker MT Andriana XX bermuatan BBM jenis Cerosine sebanyak 402.659 liter dan Bio Solar 305.578 liter itu nyaris tenggelam setelah kamar mesinnya dipenuhi air.
Kapal Soechi tersebut tengah menuju Sanana, Maluku Utara dan nyaris tenggelam di perairan Utara Pulau Buru, Maluku.
Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, kapal mengalami kebocoran karena kerusakan pada seachest pump room. Akibatnya, air masuk di kamar mesin, sehingga tidak dapat dioperasikan.
"Kapal saat ini dalam kondisi black out serta kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan," kata Muslimin dalam keterangannya, Kamis (13/2/2020).
Tercatat, kapal milik Soechi telah beberapa kali mengalami masalah. Dari tabrakan, pencurian minyak, terbakar hingga menumpahkan minyak di perairan Parepare.
Pada 19 Mei 2010, Soechi XIX menabrak KM Dian No.1 sampai tenggelam. Soechi Chemical XIX tiba-tiba merubah haluan dan menabrak KM Dian No.1 dengan kecepatan penuh yang mengakibatkan tenggelamnya KM Dian No.1.
Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyimpulkan, kurangnya kecakapan pelaut dari Perwira Jaga MT. Soechi Chemical XIX, terutama dalam penerapan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL), menjadi salah satu penyebab tabrakan.
Pada 13 Oktober 2010 - MT Angelia XVI ditangkap oleh kapal patrol Polri. MT Angelia XVI yang disewa Pertamina tertangkap di perairan Kalimantan Selatan tanggal 13 Oktober 2010 karena menumpahkan minyak.
Saat ditangkap, kapal yang dinakhodai Edy Anwar bersama 20 awak tersebut sedang membawa 8,2 juta barel solar serta 15,8 juta barel premium.
Baca Juga: Kapal Terpapar Corona, 78 WNI di Jepang Diobservasi Hingga 19 Februari
Pada 26 April 2015, Soechi Chemical I terhempas dan hampir menabrak Hotel di Selat Sunda. Kapal Soechi Chemical I yang disewa Pertamina kandas di perairan Merak, Provinsi Banten dan hampir menabrak Hotel Merak Beach.
Bahkan diketahui jarak antara mobil hotel dan kapal kandas hanya sekitar 10 meter. Setelah kandas, kapal tersangkut di permukaan karang di sekitar pantai hotel.
Pada 21 Desember 2015, Alisa XVII mogok dan kandas di Pacitan Alisa XVII yang disewa Pertamina terdampar di perairan Pacitan karena mengalami mati mesin.
"Kapal itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Cilacap dan mengalami mati mesin sehingga terdampar di sini," terang Kanit Satpolair Pacitan, Bripka Indro Wibowo.
Pada 29 November 2017, SC Warrior L terbakar di China Kapal Aframax SC Warrior L milik Soechi yang disewa Pertamina mengalami kebakaran di Guang Zhou, China. Peristiwa itu mengakibatkan 4 awak kapal luka parah dan 11 lainnya luka.
Pada 10 Januari 2019, solar tumpah dari kapal Golden Pearl XIV di perairan Parepare Kejadian terakhir dialami oleh Golden Pearl XIV yang disewa Pertamina. Kapal berukuran 6.715 DWT ini bocor dan menumpahkan solar di perairan
Parepare.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi