Suara.com - Sebuah kapal kargo "Surya Pekik" dengan berat 3.972 GT tenggelam di alur Sungai Kapus Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go menyampaikan, peristiwa tersebut terjadai pada Minggu (9/2/2020) malam.
"Iya benar, dari informasi di lapangan, ada sebuah kapal kargo yang dilaporkan tenggelam di alur Sungai Kapuas Pontianak, Minggu (9/2) sekitar pukul 22.00 WIB," kata Donny di Pontianak, Senin.
Ia menjelaskan, kapal kargo tersebut adalah barang bukti milik Kejaksaan Tinggi Jayapura yang sudah inkrah atau punya kekuatan hukum tetap.
"Hingga saat ini kami belum mengetahui penyebab tenggelamnya kapal kargo tersebut di alur Sungai Kapuas," ungkapnya.
Dari informasi yang didapat Kabid Humas Polda Kalbar, kapal kargo tersebut akan dilelang melalui KPKLN (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Pontianak.
"Dari informasi Kapal Patroli Batu Layang dan Pos Polisi Perairan Polda Kalbar (Marnit TPI), bahwa kapal kargo tersebut sudah lama kosong dan lego jangkar di perairan Sungai Kapuas tepatnya di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.
Kapal Kargo Surya Pekik berwarna orange tersebut buatan Turki tahun 1992 dengan berat 3.972 GT.
Baca Juga: Enam Korban Kapal Tenggelam di Bintan Ditemukan Selamat
Berita Terkait
-
Pria Pontianak Ngamuk di Warung Kopi, Tusuk Pengunjung hingga Tewas
-
Naik Garuda Jakarta - Pontianak, Satu Penumpang Protes Burungnya Hilang
-
Mengintip Budaya Suku Dayak di Pontianak Lewat Rumah Radakng
-
Kapal Norwegia Dibajak dan 9 Awak Diculik di Afrika Barat
-
Aniaya Balita 2 Tahun, Ayah di Pontianak Terancam 3,5 Tahun Penjara
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!